Senin 29 Maret 2021, 20:12 WIB

AHY Tuding Moeldoko Sebarkan Fitnah Soal Ideologi Demokrat

Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum
AHY Tuding Moeldoko Sebarkan Fitnah Soal Ideologi Demokrat

Dok.MI
Bendera Partai Demokrat

 

KETUA Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mempertanyakan balik maksud Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang menuding ada pertarungan ideologis di Demokrat. AHY menegaskan Demokrat menganut ideologi Pancasila.

"Kami patut bertanya apa sebenarnya ideologi yang dianut KSP Moeldoko? Apakah ideologi yang sifatnya memecah belah melalui fitnah keji yang tidak bertanggung jawab? Tolong dijawab," kata AHY dalam konferensi pers, Senin (29/3).

Pernyataan AHY itu merespons Moeldoko yang menyebut ada pertarungan ideologis di Demokrat menjelang 2024. Moeldoko menyebut pertarungan ideologis itu menjadi ancaman bagi bangsa.

AHY menyebut tudingan Moeldoko itu sebagai fitnah. Dia menyatakan Demokrat menolak ideologi radikal. AHY pun menegaskan Demokrat menjunjung kebinekaan di partai. Dia mencontohkan kader seperti Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang menjadi kepala daerah diusung Demokrat.

Baca juga: RJ Lino Klaim Tak Rugikan Negara

"Pernyataan KSP Moeldoko menyakiti perasaan para penggagas dan pendiri, serta seluruh kader dan konstituen Partai Demokrat di mana pun berada," kata AHY.

Moeldoko sebelumnya angkat bicara terkait keputusannya menjadi Ketua Umum Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB). Mantan Panglima TNI itu menyebut ada pertarungan ideologis di Demokrat yang kemudian menjadi alasannya mau menjadi ketua partai lewat KLB di Deli Serdang.

Juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, menyebut pertarungan ideologis yang terjadi di Demokrat terkait dengan gerakan paham radikal. Kubu Moeldoko menuding paham radikal berkembang subur ketika masa penerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan juga berlindung di Partai Demokrat.

"Semasa SBY menjadi Presiden, kita akui paham radikal tumbuh subur dan seakan akan mendapat tempat di Indonesia. Efek negatifnya kita rasakan sekarang di mana intoleransi berkembang, penyebaran hoaks merajalela," kata Rahmad, Senin (29/3).(OL-4)

Baca Juga

Ist/DPR

Johan Budi: Gunakan UU TPPU dalam Pengungkapan Kasus Judi

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 17:05 WIB
DPR mengusulkan UU 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) dalam upaya penindakan kasus...
Ist

Relawan Puan Gelar Kegiatan Senam Asik dan Aksi Peduli Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 16:55 WIB
Dalam kegiatan ini, Relawan Puan membagikan ratusan paket sembako bagi warga yang...
Antara

Kinerja Erick di BUMN Dongkrak Elektabilitasnya

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 16:01 WIB
Erick mengatakan perbaikan kinerja perusahaan melalui program transformasi berdampak positif terhadap kontribusi untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya