Jumat 26 Maret 2021, 18:50 WIB

Periksa Cita Citata, KPK Dalami Kemungkinanan TPPU

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Periksa Cita Citata, KPK Dalami Kemungkinanan TPPU

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata

 

PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil pedangdut Cita Rahayu alias Cita Citata untuk diperiksa sebagai saksi Jumat (26/3) terkait kasus korupsi suap pengadaan bantuan sosial sembako covid-19 wilayah Jabodetabek 2020.

Menurut Wakil Ketua KPK Alexander Marwarta, pihaknya mendalami pengetahuan Cita soal uang pembayaran dari Kementerian Sosial saat mengundangnya sebagai pengisi acara di Labuan Bajo.

"Yang pertama apakah dia tahu uang yang dipakai membayar yang bersangkutan dari uang korupsi, itu harus didalami," kata Alex di Gedung KPK, Jumat (26/3).

Alex menerangkan apabila honor yang diterima Cita sesuai dengan standar, maka pembayaran tersebut masih sesuai tarif. Penyidik, lanjut Alex, akan mendalami dugaan pencucian uang jika honor yang didapatkan cita melebihi standar harga.

"Kalau dia (biasa) dibayar Rp100 juta, kemudian dibayar Rp3 miliar, tentu itu patut diduga sebagai cuci uang. Kita akan minta kelebihan dari tarif sebagaimana yang dia terima," papar Alex.

Baca juga: Kerugian Negara Dalam Kasus RJ Lino Rp317 Juta

Sebelumnya, Plt juru bicara KPK Ali Fikri menjelaskan pelantun lagu 'Sakitnya Tuh Di Sini' tersebut dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Matheus Joko Santoso. Joko adalah salah satu pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos dalam proyek pengadaan bansos sembako.

Nama Cita sendiri sempat beberapa kali disebutkan dalam sidang rasuah bansos covid untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja yang digelar Senin (8/3) lalu. Saat itu, Joko dihadirkan sebagai saksi.

Dalam sidang itu, Joko membeberkan bahwa uang yang dikumpulkan dari para vendor penyedia sembako diserahkan ke Juliari Peter Batubara yang saat itu menjabat Menteri Sosial. Total uang yang diserahkan berjumlah Rp14,7 miliar. Menurut Joko, uang tersebut digunakan untuk berbagai keperluannya.

Di antaranya untuk pembelian 10 buah ponsel ke pimpinan Kemensos senilai Rp140 juta, pembelian tiga unit sepeda Brompton senilai Rp120 juta, maupun membayar artis Cita Citata untuk kegiatan kerja di Labuan Bajo Rp150 juta.

"Artisnya informasinya Cita Citata. Tapi saya juga nggak hadir," aku Joko, Senin (8/3) di Pengadilan Tipikor Jakarta. (OL-4)

Baca Juga

Antara

KSP Pastikan Penyaluran Dana Otsus Papua Semakin Baik

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 18 Oktober 2021, 15:11 WIB
Apalagi, pemerintah bersama DPR telah mengesahkan UU Nomor 2 Tahun 2021, yang di dalamnya mengatur pembentukan lembaga khusus bernama...
DOK.MI

AHY Dinilai tidak Punya Sejarah Perjuangan di Partai Demokrat

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 14:55 WIB
Jhoni menyebut SBY selalu mengajak agar kita semua harus menjadi Demokrat sejati. Namun, kata dia, fakta justru menunjukkan...
MI/Moh Irfan

NasDem Terus Galakkan Vaksinasi

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 18 Oktober 2021, 13:12 WIB
Vaksinasi yang terus digencarkan dapat mempercepatkan terbentuknya kekebalan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya