Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
EMPAT anggota Satnarkoba Polresta Malang diduga salah tangkap saat melakukan penggerebekan narkoba di hotel di wilayah Jawa Timur (Jatim). Alih-alih menangkap sasaran, empat anggota itu malah menggerebek seorang TNI AD yang juga sedang melaksanakan tugas lantaran menerima informasi yang kurang valid.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar menyebut bahwa Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta telah mengevaluasi kasus tersebut. Saat ini, lanjut Krisno, pemeriksaan internal pun sedang berjalan untuk menindak empat anggota itu.
"Kapolda Jatim sudah melakukan langkah-langkah untuk mengevaluasi kegiatan di atas. Saat ini sudah dilakukan pemeriksaan internal dengan melibatkan Ditresnarkoba Polda Jatim terkait teknis penyidikan," ucap Krisno, Kamis (5/3).
Krisno juga menjelaskan Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim juga akan turun tangan menangani penggerebekan yang salah sasaran itu. Krisno mengaku akan akan mengirim tim ke sana besok, Sabtu (27/3).
"Besok, pada kesempatan pertama Dittipidnarkoba Bareskrim Polri akan menugaskan tim untuk mengevaluasi penindakan oleh Satresnarkoba Polresta Malang," ungkapnya. "Sebaiknya menanyakan ke Kapolda Jatim atau Bid Humas Polda Jatim untuk jelasnya," tambahnya.
Adapun peristiwa penggerebekan dilakukan pada Kamis (25/3) sekitar pukul 04.30 WIB. Kolonel Chb I Wayan Sudarsana yang merupakan anggota TNI AD mendengar ada yang mengetuk pintu kamar. Setelah dibuka, empat orang yang mengaku polisi itu langsung menerobos memaksa masuk ke kamar.
Wayan pun melaporkan kejadian itu ke pimpinannya. Kapolresta Malang Kombes Leonardus Simamarta meminta maaf atas kesalahan yang anggotanya perbuat itu. Leonardus berjanji akan memproses seluruh anggotanya yang melakukan kesalahan sesuai dengan kode etik Polri secara transparan. (OL-14)
Kita semua tidak menginginkan situasi kerusuhan yang terjadi di Myanmar, Thailand, dan negara-negara lain
Rantis milik Polri yang digunakan dalam insiden yang menyebabkan Affan tewas diduga diimpor dari Korea Selatan.
Sudah seharusnya Polri berusaha untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
DI bawah guyuran hujan lebat, Pemerintah Kabupaten Yahukimo bersama Forkopimda tetap menggelar upacara Taptu dengan khidmat pada Sabtu (16/08) sore, sebagai rangkaian HUT ke-80 RI
Rangkaian kegiatan peringatan 17 Agustus tahun ini dipusatkan di Monas, serupa dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.
POLRI menggelar Tactical Floor Game (TFG) Operasi Terpusat Merdeka Jaya 2025 di Aula Gedung BPMJ Polda Metro Jaya, Kamis (14/8) untuk persiapan pengamanan HUT ke-80 RI.
Massa tetap bertahan di jalan lingkar walau diberondong gas air mata. Sesekali mereka merangsek ke depan Mapolda ketika efek gas air mata sudah memudar.
Aparat di lapangan agar lebih persuasif dan humanis, serta tidak bertindak brutal dalam mengamankan warga
PP KAMMI menilai insiden pelindasan seorang peserta aksi oleh polisi menggunakan mobil taktiks Baracuda menambah panjang daftar tindakan represif aparat dalam menangani demonstrasi.
Total sebanyak 44 orang dibawa ke markas polisi setelah aksi berlangsung ricuh di depan Gedung DPRD Sumut.
Petugas kepolisian yang berjaga langsung menembakkan air untuk mengurai massa. Merespon halauan polisi, massa aksi kemudian membalas dengan melempari petugas dengan benda keras.
LBH Jakarta menegaskan aparat kepolisian harus menjamin kebebasan berekspresi dan tidak bersikap represif dalam menghadapi gelombang aksi massa dalam unjuk rasa di DPR dan wilayah Jakarta
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved