Selasa 09 Maret 2021, 17:48 WIB

Tim Kajian UU ITE Undang Aktivis dan Pegiat Medsos

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Tim Kajian UU ITE Undang Aktivis dan Pegiat Medsos

Polkam.go.id
Sugeng Purnomo

 

TIM kajian Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) masih mengumpulkan data dan masukan dari berbagai pihak. Jika minggu lalu tim menghadirkan narasumber yang pernah bersinggungan langsung dengan UU ITE, hari ini tim meminta masukan dari kalangan aktivis dan paraktisi media sosial.

Ketua Tim Kajian UU ITE Sugeng Purnomo mengatakan, mereka yang terkonfirmasi hadir melalui saluran virtual pada hari ini, Selasa (9/3), antara lain Damar Juniarto Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Anita Wahid Presidium Masyarakat Anti Fitnah Inodnesia (Mafindo) dan Erasmus Napitupulu Direktur Eksekutif Institute for Criminal Justice Reform (ICJR). Hadir pula Wahyudi Djafar Peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Ismail Hasani Direktur Eksekutif Setara Institute, dan sejumlah pegiat sosial media seperti Deddy Corbuzier dan Ferdinand Hutahean.

“Akan ada dua sesi pertemuan yang akan kita selenggarakan. Ini menyangkut narasumber yang kita kelompokkan dalam kelompok aktivis atau masyarakat sipil atau praktisi diantaranya yang sudah menyampaikan kesanggupan untuk hadir kira-kira ada 16 orang, dengan rincian tujuh orang menyampaikan kesediaannya hadir pada sesi pertama, kemudian yang sesi kedua mulai jam setengah dua itu ada sekitar enam orang,“ ujar Sugeng dalam keterangan resmi, Selasa (9/3).

Ia mengatakan tim juga sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan para terlapor dan pelapor. Berbagai masukan diterima, salah satunya menekankan pentingnya edukasi terhadap pengguna ruang digital.

“Pertama saya ingin menggambarkan bahwa ruang digital harus tetap dijaga supaya tetap sehat beretika dan produktif namun tetap berkeadilan," terangnya.

Kedua, lanjut Sugeng, harus ada edukasi terhadap pengguna ruang digital dan pendekatan terhadap wartawan adalah UU Pers dan bukan ITE. Kemudian hingga saat ini tim masih terus bekerja dan menggali berbagai informasi untuk memperkaya masukan yang diterima.

“Tim akan terus bekerja menggali berbagai keterangan dari semua sumber yang telah kita masukkan di dalam disk yang jumlahnya cukup banyak. Mudah-mudahan nantinya setelah para pihak ini dimintai keterangan kita sudah semakin jelas, sebenarnya tim kajian undang-undang ITE ini khususnya yang menjadi tugas dari sub dua itu perlu atau tidak dilakukan revisi,” tegas Sugeng.

Sesuai dengan keputusan Menko Polhukam No.22 tahun 2021, yang dikeluarkan pada bulan Februari lalu, Tim Kajian UU ITE akan bekerja selama dua bulan. Tim direncanakan akan menyerahkan seluruh laporan pada 22 Mei mendatang. (OL-8)

 

Baca Juga

Antara

Prajurit korps Marinir TNI AL Berangkat Tugas Ke Ambalat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 21:39 WIB
Mereka akan melaksanakan tugas operasi selama sembilan bulan di daerah Kalimantan Utara yang berbatasan dengan...
ANTARA

Dinilai Cacat Hukum, Muncul Desakan Penundaan Pelantikan Komite BPH Migas  

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 21:00 WIB
Hasil uji kelayakan ketua dan anggota komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)  akhir Juni 2021 dinilai cacat...
Dok. Humas Polda Sumsel

Polisi Usut Motif Anak Akidi Tio Beri Dana Hibah Rp2 Triliun

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 19:36 WIB
Sejauh ini, kepolisian telah memeriksa lima orang saksi terkait dana hibah dari keluarga pengusaha Akidi Tio. Berikut, segera meminta...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kelola Sampah Makanan Kurangi Efek Gas Rumah Kaca

INDONESIA merupakan negara penghasil sampah makanan terbanyak kedua di dunia.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya