Selasa 02 Maret 2021, 08:13 WIB

Perpres Minol Jokowi Beda Dengan Era SBY

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Perpres Minol Jokowi Beda Dengan Era SBY

ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Sejumlah anggota satpol PP mengumpulkan kardus berisi botol minuman keras saat penggerebekan gudang minuman keras di Temanggung.

 

POLITISI Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago menyatakan munculnya hiruk pikuk soal Peraturan Presiden tentang pengaturan izin dan penanaman modal minuman beralkohol (minol) di empat provinsi, sebaiknya semia pihak bisa menahan diri. Ia berharap semua pihak bisa mencerna lebih baik lagi isi perpres tersebut.  

Menurutnya Peraturan presiden yang dibuat Pemerintah dan telah ditandatangani Jokowi adalah peraturan presiden yang mengatur penanaman modal dan izin usaha minol di wilayah tertentu yang memiliki kearifan lokal. 

"Dengan mengkandangkan izin dan penanaman modal minol di empat wilayah dan mengatur agar UMKM di 4 wilayah tersebut memiliki legalitas yang dapat dipertanggungjawabkan serta menghindari adanya minol oplosan yang berbahaya bagi masyarakat, perpres ini justru bertujuan meminimalisir peredaran minol di wilayah-wilayan yang mengharamkan keberadaan minol tersebut," kata Irma dalam keterangan tertulis, Selasa (2/3).

Ia menambahkan Perpres yang diteken Presiden Jokowi berbeda dengan Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol yang dibuat pemerintah di era pemerintahan SBY. Sedangkan bidang usaha industri minuman keras mengandung alkohol yang dibuat peraturannya oleh pemerintah Jokowi memiliki sejumlah persyaratan. 

Untuk penanaman modal baru dapat dilakukan di Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.

Kemudian penanman modal di luar keempat wilayah dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarkan usulan gubernur. Indonesia adalah negara yang mempunyai kekuatan sosial di keberagaman masyarakat, dan keberagaman ini diperlukan untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang maju dan sejahtera. 

"Keberagaman di Indonesia adalah kekuatan untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Kita memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia yang masing-masing mempunyai kearifan lokal. Oleh karena itu Pemerintah mempunyai tugas untuk menghormati kearifan lokal ini dengan baik."

baca juga: Muhammadiyah: RUU Larangan Minol bukan Islamisasi

Irma mengingatkan sebagai negara hukum, Pemerintah harus terus memperbaiki keadilan dan kepastian hukum dalam praktik penegakan hukum guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Karena itu legalitas dalam produksi, pendistribusian, dan konsumsi produk-produk lokal yang selama ini dilakukan secara ilegal harus dijadikan lebih transparan dan terkontrol.

" Produk lokal yang tidak teregistrasi dan diproduksi tanpa menggunakan standar kesehatan akan membahayakan masyarakat. Sudah banyak contoh dari konsumsi produk-produk lokal illegal ini yang mengakibatkan kematian di masyarakat," pungkasnya. (OL-3)
 

Baca Juga

medcom.id

Rehabilitasi Diduga Jadi Alibi Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 26 Januari 2022, 15:48 WIB
Tempat itu diketahui sudah dioperasikan sejak 2012 dan diklaim sebagai tempat rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika namun tak...
ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Perjanjian Batas Wilayah Informasi Penerbangan Jadi Capaian Berharga

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 26 Januari 2022, 15:11 WIB
“Perjanjian FIR ini merupakan manifestasi dari kerja keras dan negosiasi panjang yang dilakukan pemerintah sejak tahun 1990-an. Ini...
Biro Setpres

KSP: Penunjukan Kepala Otorita IKN tak Ada Kaitan dengan 2024

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 26 Januari 2022, 14:00 WIB
"Jadi tidak ada kepentingan-kepentingan. Presiden Jokowi itu sudah tidak ada lagi kepentingan politiknya. Untuk apa? Orang 2024 sudah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya