Senin 16 November 2020, 05:40 WIB

Muhammadiyah: RUU Larangan Minol bukan Islamisasi

mediaindonesia.com | Humaniora
Muhammadiyah: RUU Larangan Minol bukan Islamisasi

AFP
Ilustrasi jenis minuman beralkohol.

 

PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah menilai regulasi terkait minuman beralkohol tidak berhubungan dengan Islamisasi. Sebab, otoritas negara Barat juga ketat dalam pengaturan minuman keras.

“Undang-undang minuman beralkohol bukan merupakan usaha Islamisasi. Banyak negara Barat yang mengatur sangat ketat konsumsi dan distribusi minuman beralkohol,” ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dalam keterangan resmi, Senin (16/11).

Menurutnya, regulasi terkait minuman beralkohol sangat penting dan mendesak. Konsumsi alKohol dipandang sebagai salah satu masalah yang berdampak negatif terhadap kesehatan, kejahatan, moralitas dan keamanan.

Baca juga: RUU Larangan Minol Tidak Tepat untuk Indonesia yang Pluralis

Abdul berpendapat banyak tindak kejahatan, kecelakaan lalu lintas, hingga berbagai penyakit, yang dipicu dari konsumsi alkohol berlebihan. Regulasi mengenai minuman beralkohol setidaknya harus mengatur empat hal. Seperti, ketentuan kadar alkohol maksimal dalam minuman.

Kemudian, kriteria batas usia minimal yang boleh mengonsumsi minuman keras. Berikut, tempat konsumsi yang legal dan tata niaga yang terbatas.

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rofiqul Umam Ahmad mendesak regulasi minuman beralkohol harus masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas. Dalam pandangan Islam, lanjut dia, minuman beralkohol merupakan induk dari segala kejahatan.

Baca juga: RUU Minol belum Tentu Masuk Prolegnas

“Orang kalau sudah minum-minuman keras kemudian dia mabuk, bisa melakukan apa saja yang merusak dirinya. Bahkan mengancam jiwa orang lain, termasuk melakukan kejahatan,” tegas Rofiqul.

Dia menekankan bahwa RUU tentang Minuman Beralkohol tidak hanya menguntungkan Islam saja. Sebab, akan ada pengecualian penyesuaian untuk setiap agama dan kepercayaan.

MUI dikatakannya sudah membahas persoalan tersebut sejak 2017 lalu. Serta, merancang materi yang mendalam. Oleh karena itu, MUI siap memberikan masukan untuk menyempurnakan RUU.(Ant/OL-11)

Baca Juga

Ist

Masyarakat Diminta Dukung Penderita Epidermolisis Bulosa dan Keluarganya

👤Eni Kartinah 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 19:41 WIB
Epidermolisis bulosa (EB) adalah penyakit kulit yang diturunkan, ditandai oleh rapuhnya kulit terhadap trauma mekanik (gesekan, panas)...
Dok SD Islam Sabilina

SDI Sabilina dari Indonesia Raih Penghargaan Pendidikan dari Jepang

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 19:25 WIB
Sebagai juara dua, SD Sabilina berada di bawah sekolah serupa dari...
Antara

Penyintas Lupus Boleh Divaksin Covid-19

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 18:55 WIB
Sebelumnya, penyakit pasien harus diteliti dahulu melalui penilaian gejala klinis. Dari hasil lab, bisa disimpulkan penyakit yang diidap...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mengenal Skandal Menghebohkan Pandora Papers

Rahasia kekayaan para elite kaya yang berasal dari 200 negara dan wilayah di dunia terungkap melalui dokumen Pandora Papers

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya