Jumat 19 Februari 2021, 15:39 WIB

DPR Akan Panggil Mendagri Terkait Maraknya Penjualan Pulau

DPR Akan Panggil Mendagri Terkait Maraknya Penjualan Pulau

MI/Amiruddin Abdullah
Gugusan pulau di provinsi Aceh yang sempat diisukan dijual kepada warga asing pada 2012 lalu.

 

KETUA Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengaku prihatin terhadap maraknya isu jual beli pulau di Indonesia dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Dia mengatakan isu penjualan pulau memang sudah lama terjadi, bahkan sejak tahun 2010 dia telah mendapatkan informasi tentang penjualan pulau di NTT.

"Sekarang marak lagi, paling fenomenal itu penjualan Pulau Selayar di Sulawesi Selatan yang diselidiki aparat penegak hukum," kata Doli, hari ini.

Pihaknya akan memanggil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (Kementerian ATR) untuk memastikan bahwa penjualan pulau di Indonesia tidak boleh terjadi.

Dia mengatakan penjualan pulau tidak diperbolehkan apalagi ke pihak asing, karena akan mengurangi eksistensi pulau-pulau Indonesia.

Menurutnya belum tentu pulau yang dijual itu dikembalikan untuk kepentingan rakyat.

"Kami kira perlu diperkuat regulasinya, karena masalah penjualan pulau ini kerap luput dan dianggap biasa," tuturnya.

Baca juga: Menkominfo: Pemerintah Bentuk Tim Revisi UU ITE

Politikus Golkar itu pun telah menerima laporan tentang penjualan pulau di sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hal itu diketahui saat pihaknya menggelar reses masa sidang 2020-2021 di Kepri tanggal 15 Februari 2021.

Dalam reses tersebut, pihaknya mendapat informasi penjualan tiga pulau di Anambas melalui situs online luar negeri, yaitu Pulau Ayam, Pulai Yudan, dan Pulau Kembung.

"Ini pentingnya reses di daerah-daerah, kami baru tahu informasi soal penjualan pulau di Anambas. Masalah ini juga akan dibawa saat rapat kerja dengan Kemendagri dan Kementerian ATR," imbuhnya.

Lebih lanjut, Doli meminta Kemendagri dan Kementerian ATR mengecek isu penjualan pulau di Indonesia, karena ia khawatir kejadian penjualan pulau sering terjadi namun tidak terekspos.

"Contohnya penjualan Pulau Selayar senilai Rp900 juta, kalau tidak bersinggungan dengan wilayah Balai Tanaman Nasional, mungkin masalah ini tidak terekspos," demikian Doli.(OL-4)

Baca Juga

Antara

Nurdin Ngaku Tak Tahu Apapun, KPK: Tersangka Bantah Hal Biasa

👤 Dhika Kusuma Winata 🕔Minggu 28 Februari 2021, 15:14 WIB
KPK pun mengimbau para tersangka dalam kasus itu kooperatif dalam menjalani pemeriksaan...
Antara/Dhemas Reviyanto

KPK: Penerima Penghargaan tidak Menjamin Bebas Praktik Korupsi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Minggu 28 Februari 2021, 14:45 WIB
Pernyataan KPK menyoroti kasus korupsi yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Dia diketahui pernah menerima penghargaan...
Ist//DPR

DPR: Revisi UU Pemilu-Pilkada Sebaiknya Dilakukan Setelah 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 Februari 2021, 13:44 WIB
Achmad Baidowi menjelaskan, usulan tersebut agar sekaligus menguji implementasi UU Pemilu setelah digunakan dua kali yaitu pada tahun 2019...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya