Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DANA otonomi khusus (Otsus) untuk Papua dan Papua Barat bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan pembangunan. Tujuan itu akan sulit tercapai tanpa pengawasan terhadap pengelolaan dan penyerapannya lalai.
"Dana otsus Papua dan Papua Barat harus diaudit khusus sama BPK (Badan Pengawas Keuangan) karena nilainya cukup besar. Pemerintah bahkan akan meningkatkan alokasi dana otsus ini lebih besar lagi untuk sepuluh tahun ke depan," ujar Direktur Eksekutif NaraIntegrita Ibrahim Fahmi Badoh kepada Media Indonesia, Jumat (19/2).
Menurut dia, pengawasan menjadi titik tekan terhadap dana itu. Pasalnya potensi kebocoran atau penyalahgunaan anggaran istimewa itu sangat besar.
Dampaknya akan sangat jelas terlihat, kata dia, yakni tingkat kesejahteraan, pembangunan dan mutu pendidikan masyarakat di Bumi Cendrawasih tidak naik.
"Potensi kebocoran dana otsus Papua sudah pernah disoal oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terutama dulu waktu terjadi gizi buruk di Kabupaten Asmat sempat dijadikan kasus luar biasa," jelasnya.
Baca juga: PPATK Gandeng Polri Hindari Pendanaan Terorisme
Ia mengatakan temuan terkait dugaan kebocoran anggaran dana otsus sudah tercium oleh KPK. Rekomendasinya dengan meningkatkan pengawasan dana ini.
"Beberapa hal yang perlu dibenahi untuk mencegah kebocoran terutama soal pengadaan barang dan jasa, sistem pengawasan internal dan penerapan Online Single Submission (OSS) di Papua dan Papua Barat," katanya.
Seharusnya hal itu sudah dibenahi dan evaluasinya mesti menjadi sarana perbaikan. "Selama ini audit APBD Papua dan Papua Barat masih menyebut wajar, meskipun banyak yang menduga terdapat kebocoran. Kepolisian seharusnya meminta BPK dan KPK untuk turun lagi di sana melakukan audit khusus dan evaluasi hasil koordinasi dan supervisi sebelumnya," pungkasnya. (OL-4)
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
PRESIDEN Prabowo Subianto menjanjikan besaran dana otonomi khusus atau dana otsus Papua untuk 2026 sama dengan tahun ini
Dana Otsus memiliki karakteristik yang berbeda dari alokasi anggaran reguler kementerian atau lembaga. Menurutnya, dana ini tidak bisa diperlakukan semata sebagai urusan teknis fiskal.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI, Yan Mandenas mengatakan aspirasi soal pendidikan gratis menjadi masukan bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap alokasi dana Otsus.
Kepada masyarakat Aceh, Anies Baswedan menyatakan ingin mengelola dana otonomi khusus (otsus) per pos sesuai kebutuhan pembangunan.
Pemerintah Pusat didorong untuk segera melakukan intervensi dan segera memeriksa para pejabat terkait yang mengurus pembiayaan beasiswa mahasiswa Papua di luar negeri.
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq hadir langsung di SMAN 1 Manokwari, Papua Barat, untuk menjadi pembina upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Selasa (25/11).
Penemuan kasus baru Tuberkulosis (TBC) di daerah itu hingga Juli 2025 mencapai 550 kasus, bahkan ada pasien yang sudah menunjukkan resisten obat.
Festival ini menampilkan berbagai atraksi budaya seperti tarian tradisional, musik daerah, dan pameran kerajinan tangan, serta bazar Ekraft UMKM.
Masyarakat Papua Barat mendatangi kantor KPK dan Kejagung untuk melakukan klarifikasi dan memberikan informasi hasil investigasi terkait Gubernur Papua Barat Dominggus Madacan.
BENCANA tanah longsor dan banjir bandang Pegunungan Arfak, tepatnya di Kampung Jim, Distrik Catubouw, Papua Barat menelan belasan korban jiwa.
Jumlah keseluruhan korban dalam peristiwa itu sebanyak 24 orang, terdiri atas lima orang selamat, 16 korban meninggal dunia, sedangkan tiga korban lainnya belum berhasil ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved