Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Papua yang adalah juga Mantan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw merespon ramainya pemberitaan mengenai nasib mahasiswa Papua Papua di luar negeri yang terancam karena masalah pembiayaan. Menurut Mathius persoalan ini harus segera dicarikan solusi oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, bukan saling melempar tanggung jawab.
Bagi Mathius pembiayaan beasiswa mahasiswa Papua di luar negeri adalah perintah UU Otsus dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia anak-anak Papua. Karena itu dalam situasi ini, Pemerintah Pusat didorong untuk segera melakukan intervensi dan segera memeriksa para pejabat terkait yang mengurus pembiayaan beasiswa mahasiswa Papua di luar negeri ini.
"Persoalan ini tidak bisa dijawab dengan saling melempar tanggung jawab. Pemerintah Pusat kami dorong agar segera intervensi, carikan solusi dan periksa pejabat terkait yang mengurus ini. Pakai DOB sebagai alasan itu tidak tepat. Tugas pemerintah adalah hadirkan solusi bukan mencari alasan pembenar atau membela diri," ungkap Mathius kepada wartawan, Sabtu (23/12).
Baca juga: Soal Penyelesaian Pelanggaran HAM dan Isu Papua, Anies Dianggap Paling Progresif
Dijelaskan Mathius, apa yang terjadi dengan pembiayaan beasiswa mahasiswa Papua di luar negeri ini adalah pertanda tata kelola anggaran yang buruk, apalagi pembiayaan beasiswa ini sudah ada sebelum terjadi pemekaran provinsi.
"Makanya kami dorong periksa pejabat terkait yang mengurus ini. Dan jangan lupa pemerintah pusat segera Carikan solusi di tengah kebuntuan saat ini yang memberikan jaminan anak-anak ini tetap bisa berkuliah dengan aman dan tenang," jelas Mathius.
Beasiswa Mahasiswa Papua ke luar negeri merupakan program baik sebagai bagian dari upaya mengimplementasikan UU Otsus yaitu pengembangan Sumber Daya Manusia anak-anak Papua.
Baca juga: Papua Jadi Daerah Tertinggi Penurunan Kemiskinan Ekstrem
Maka sangat tidak tepat, dalam kondisi apa pun anak-anak ini justru yang menjadi korban dari kelalaian tata kelola pemerintah.
"Hal penting sekali lagi saat ini. Bukan cari kambing hitam siapa yang salah, tetapi solusi dan jaminkan anak-anak ini tetap bisa berkuliah sampai selesai dan tidak terkendala masalah biaya," tukas Mathius.
Terpisah, Orang Tua perwakilan Mahasiswa John Reba mendesak pemerintah untuk segera memberikan jaminan keberlangsungan biaya pendidikan anak-anak mereka di luar negeri. Hal tersebut disampaikan John bersamaan dengan aksi mereka menduduki kantor Gubernur Provinsi Papua untuk mendesak penyelesaian masalah ini.
"Jika pemerintah tidak punya uang maka bubarkan saja pemerintahnya. Kami akan duduk di kantor ini sampai ada jaminan solusi jelas dari pemerintah. Bahkan kami tidak apa-apa rayakan Natal di sini, sampai tahun baru pun kami akan tetap di sini menunggu ada kejelasan solusi atas masalah ini," pungkas John.
(Z-9)
Menggunakan model bisnis Business-to-Consumer (B2C), Sumbu Kakao menyasar UMKM kuliner berbasis arang dan rumah tangga.
Pengakuan pemerintah terhadap berbagai use case teknologi ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan arsitektur sistem keuangan nasional.
Begitu juga di jalur penyeberangan laut Daratan Aceh-Pulau Simeulue, penyeberangan Singkil-Pulau Banyak dan Banda Aceh-Sabang.
Puluhan mahasiswa dari Universitas Almuslim turun langsung membantu masyarakat memulihkan sektor pertanian pascabencana banjir Aceh
ajang ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal serta mendorong kontribusi nyata generasi muda Buddhis bagi kedaulatan NKRI.
Tim Labmino merupakan delegasi dari Indonesia yang untuk pertama kali berhasil menembus jajaran Global Ambassador SFT.
Amartha Fellowship Bootcamp diikuti oleh 60 penerima beasiswa dan berlangsung selama empat hari.
Universitas Budi Luhur (UBL) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus membawa pendidikan tinggi Indonesia ke panggung dunia.
Anwar-Reny mencatat capaian program BERANI di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, mulai dari 23.568 beasiswa hingga layanan kesehatan bagi 135.084 warga.
Farhan menyebut, dalam pendekatan yang lebih logis, penerima beasiswa negara seharusnya memiliki komitmen moral untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia.
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) masih menghitung besaran dana beasiswa yang akan dikembalikan oleh alumni Arya Iwantoro, suami Dwi Sasetyaningtyas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved