Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ELEMEN masyarakat yang mengatasnamakan Ikatan Aktivis 98 melaporkan mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai ke Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (1/2).
Ikatan Aktivis 98 melaporkan Pigai lantaran keberatan dengan pernyataan Pigai di media sosial yang bisa berpotensi merusak keberagaman Indonesia.
Pasalnya, Pigai dilaporkan terkait kasus rasisme karena diduga menghina suku Jawa.
Salah satu warga Minang yang ikut melapor, Azriel, mengatakan dirinya keberatan dengan pernyataan Pigai di media sosial, yang bisa berpotensi merusak kebhinekaan sebagai bangsa Indonesia.
Baca juga: Sandingkan Foto Pigai dengan Gorila, Ambroncius Bantah Rasis
"Di mana Pigai mengatakan bahwa suku lain adalah budak, ini harus kita proses pernyataannya secara hukum," ungkap Azriel saat melaporkan Pigai di Gedung Bareskrim, Senin (1/2).
"Sebagai orang Minang saya merasa sensitif dengan pernyataan ini, karena ini bisa terjadi distorsi di tengah masyarakat," tambahnya.
Azriel menjelaskan, tim pengacara dan hukum Ikatan aktivis 98 sudah mempersiapkan sejumlah barang bukti berupa CD, screenshot salah satu media daring yang menuliskan pernyataan Pigai yang dinikai menghina etnis Jawa dengan sebutan etnis Tirani.
Ikatan Aktivitas 98 pun mempersangkakan Natalius Pigai dengan tiga Pasal.
Yang pertama dengan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi etnis dan ras.
Yang Kedua Natalius Pigai dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 7 tahun 2012. Terakhir, Pigai dituduh melanggar Undang-Undang ITE Nomor 11 tahun 2008 Pasal 28 Ayat 2 Jo Pasal 45 H ayat 2 Undang-Undang E, Pasal 4 Jo Pasal 16.
"Kami juga meminta Polri bertindak secara presisi sesuai dengan moto Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Untuk segera menangkap Natalius Pigai," pungkasnya. (OL-4)
Sebagian warganet menilai judul dan lirik lagu Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) dari Gandhi Sehat mengandung unsur kritik atau sindiran terhadap institusi tertentu.
Warga Gambir, Jakarta Pusat digegerkan penemuan mayat bayi laki-laki di selokan Jalan Batu Tulis. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan jasad dibawa ke RSCM.
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
SEORANG pria diduga memanggul mayat di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia terekam oleh kamera pengawas CCTV. Kepolisian langsung melakukan penyelidikan
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Lahir di Merauke pada 24 Januari 1972, karier Brigjen Pol Yulius Audie Latuheru didominasi oleh bidang reserse.
Hari Afro Sedunia, yang diperingati setiap 15 September sejak 2017, merayakan keindahan rambut Afro dan berfungsi sebagai simbol perlawanan terhadap diskriminasi rasial.
“BU, nama Ibu, kok, tidak ditulis di ijazahku? Kenapa hanya nama Bapak yang dituliskan? Kenapa, Bu? Sekolahku rasialis, ya, Bu?”
Atletico Madrid mendapat hukuman penutupan sebagian stadion mereka untuk dua pertandingan La Liga yaitu saat melawan Celta Vigo dan Osasuna.
Nico Williams, pemain depan Athletic Bilbao, mengalami pelecehan rasial oleh beberapa penonton saat timnya menghadapi Atletico Madrid dalam pertandingan La Liga.
CONCACAF akan melakukan "investigasi penuh" terhadap insiden pelecehan rasial dalam pertandingan Champions Cup antara Chivas Guadalajara dan Club America.
Sebaliknya, peserta kulit hitam, Asia, dan Hispanik tidak menunjukkan bias seperti itu. Mereka sama-sama mengasosiasikan kelompok mereka sendiri dan orang kulit putih dengan "manusia".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved