Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJAKSAAN Agung dinilai telah mempertontonkan ketidakprofesionalan dan keberpihakan dalam kasus yang menyeret jaksanya Pinangki Sirna Malasari. Dalam putusan pengadilan jaksa Pinangki hanya diganjar empat tahun penjara subsider Rp500 juta dalam kasus yang mencoreng penegakan hukum, sistematis, dan dengan kerugian miliaran rupiah.
Hal tersebut dikatakan oleh anggota Komisi III DPR Supriansah dalam rapat dengar pendapat bersama Kejaksaan Agung, Selasa (26/1) di gedung DPR Senayan Jakarta. "Saya belum melihat Kejagung profesional. Saya bandingkan tuntutan jaksa Pinangki dengan 4 tahun subsider Rp500 juta 6 bulan itu dengan tuntutan jaksa Urip dituntut 15 tahun dengan suap yang sama kurang lebih Rp6 miliar. Kalau ini terjadi perlu ada yang diperbaiki," ucapnya.
Tuntutan kepada Pinangki yang kemudian divonis kurang dari lima tahun tersebut dinilai melukai upaya penegakan hukum. Tindak pidana yang dilakukan Pinangki dinilainya bisa menimbulkan tuntutan hukum yang lebih berat dan berkeadilan. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin pun dinilai gagal membina para jaksa yang seharusnya ditebus dengan melakukan pengunduran diri dari jabatannya.
"Makin hari seharusnya makin tinggi tuntutan tapi ini makin rendah dengan suap nilai yang sama. Padahal menurut pandangan kami Pinangki bisa jauh lebih berat diberikan tuntutan karena dia telah melakukan tindakan pelanggaran Pasal 12 sebagai PNS atau ASN yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui untuk menggerakkan atau tidak melakukan sesuatu terkait jabatannya. Apalagi bertemu sama sang buronan," cetusnya.
Diketahui Jaksa Urip Tri Gunawan divonis hukuman 20 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 4 September 2008. Urip terbukti menerima uang terkait jabatannya sebagai anggota tim jaksa penyelidik perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Bantuan itu diberikan pada Bank Dagang Nasional Indonesia milik Sjamsul Nursalim.
Di sisi lain, Supriansah mengkritisi tentang target penanganan kasus yang diberikan kepada setiap kejaksaan negeri di berbagai daerah. Hal ini sering menjadi perbicangan publik yang kemudian dapat merusak citra aparat penegak hukum.
"Apakah benar seluruh kejari dan pejabatnya ditarget dengan jumlah kasus? Ini sering jadi perbincangan di masyarakat”
Menjawab hal tersebut, Sanitiar membantah target penanganan kasus di setiap kejari. Pemberian target penanganan kasus merupakan kebijakan dari pejabat sebelumnya yang kini telah dihapuskan.
"Kami tidak punya target lagi. Kalau dulu 31 kasus. Kami mengharapkan teman-teman di daerah jangan berbohong. Tidak ada daerah yang tidak ada korupsinya. Kalau polisi malakukan perkara dan kita tidak berarti bodoh. Jaksanya itu yang kami tindak," tukasnya. (OL-14)
Prabowo menyadari bahwa tindakan tegas dalam penegakan hukum seringkali menimbulkan ketidaksukaan dari pihak-pihak tertentu, terutama mereka yang terjerat kasus hukum.
Satgas PKH menjalankan peran sebagai otoritas yang menagih denda terhadap perusahaan-perusahaan pertambangan yang melakukan pelanggaran hukum.
JAKSA Agung Sanitiar Burhanuddin menegaskan penangkapan tiga oknum jaksa di Banten atas kasus pemerasan dengan perkara tindak pidana umum terkait informasi dan transaksi elektronik (ITE).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan sebanyak sembilan orang ditangkap dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) terkait jaksa di Banten dan Jakarta.
Ada banyak tujuan mutasi dan rotasi. Antara lain, hal itu untuk penyegaran organisasi atau pegawai, pengisian kekosongan formasi jabatan, pemberian pengalaman.
Perintah itu didasari karena hukuman penjara tidak memberikan efek jera kepada koruptor. Selain itu, negara tetap rugi jika aset yang dikorupsi tidak dikembalikan.
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung akan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023.
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Tim kuasa hukum Martin Haendra Nata menegaskan bahwa seluruh tindakan kliennya dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina telah dijalankan sesuai prinsip GCG.
Anang mengajak masyarakat turut memantau semua proses RJ yang terjadi di Indonesia. Jika mengendus adanya transaksional, masyarakat diharap melapor.
Menurut Anang, perbedaan ini bukan masalah serius. Penyesuaian juga diyakini tidak akan lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved