Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengungkapkan perbedaan kasus kerumunan Petamburan yang menyeret Rizieq Shihab dengan dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada pesta yang dihadiri selebritas Raffi Ahmad.
Tubagus mengaku kedua kejadian itu jelas berbeda, sehingga penanganannya pun berbeda.
Ia mengatakan kerumunan pada acara pernikahan putri Rizieq Shihab di Petamburan dihadiri ribuan orang. Sedangkan, pesta di rumah pembalap Sean Gelael itu dihadiri 18 orang.
"Ya, beda kan yang satu kerumunan banget, yang satu di rumah. Dari jumlah massa saja udah beda. Jangan dibandingkan, nggak equal lah itu. Bagaiamana rangkaian segitu banyaknya orang dan ini berapa belas orang. Masa harus disamakan?" kata Tubagus, kepada wartawan, Selasa (19/1).
Meski demikian, ia mengatakan polisi akan membeberkan secara rinci mengenai dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada pesta yang juga dihadiri Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu. Ia mengatakan Polres Jakarta Selatan akan melakukan gelar perkara Rabu (20/1) untuk menentukan apakah melanjutkan kasus itu atau tidak.
Baca juga: Polisi Gelar Perkara meski Persangkaan Atas Raffi belum Ditemukan
"Nanti gelar perkaranya bersama kita lihat ada tidak pidananya," kata Tubagus.
Seperti diketahui, Raffi mendapat mendapatkan kritikan dengan hadir di pesta itu karena dianggap melanggar protokol kesehatan. Kritikan itu dipicu karena Raffi baru saja divaksinasi covid-19 di Istana Merdeka bersama Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Panglima TNI Marsekal Hadi Pranoto, dan Kapolri Jenderal Idham Azis. Raffi menerima vaksin covid-19 gelombang pertama itu sebagai perwakilan anak muda.
Melalui akun pribadinya, @raffinagita1717, Raffi menyampaikan permintaan maaaf. "Saya minta maaf kepada Jokowi, seluruh staf di Kementerian Sekretariat, dan seluruh masyarakat Indonesia," kata Raffi.
Meski demikian, polisi bersama TNI dan aparat pemerintah daerah telah berangkat ke kediaman Sean Gelael untuk meminta keterangan lebih lanjut. Ia mengatakan pesta itu dihadiri 18 orang dan digelar secara privat.
Selain itu, juga diketahui Raffi dan pesohor lainnya, seperti Anya Geraldine, Uus, Nagita Slavina, Gading Marten, dan Basuki Tjahaja Purnama telah menjalani tes swab antigen.
"Semua sudah kita ambil keterangan. Unsur Pasal 93 tidak ada karena memang hanya 18 orang di situ masuk dengan protokol kesehatan ada kita sudah periksa semua. Ada swab antigen," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.(OL-4)
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa ancaman menggunakan senjata tajam saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan reklame ilegal di Bekasi Utara
Total, sudah ada tiga Kajari dijemput untuk diperiksa Kejagung.
Penyelesaian harus dilakukan secara konkret melalui proses hukum terhadap pelaku serta pemulihan korban dan penyintas secara menyeluruh
Penindakan terhadap kendaraan over dimension over loading (ODOL) menjadi langkah krusial agar tidak ada lagi nyawa melayang akibat pelanggaran dimensi dan muatan berlebih.
Chelsea diminta memberikan tanggapan resmi paling lambat 19 September.
Penegakan hukum secara manual juga dilakukan pada ruas-ruas jalan yang tidak ter-cover kamera ETLE dengan metode hunting system.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved