Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Viral! Wali Kota Bekasi Diancam Sajam saat Razia PKL, Begini Tanggapannya

Anton Kustedja
09/2/2026 21:09
Viral! Wali Kota Bekasi Diancam Sajam saat Razia PKL, Begini Tanggapannya
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono usai Apel Pagi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (9/2).(DOK.PEMKOTBEKASI)

WALI Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa ancaman menggunakan senjata tajam saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan reklame ilegal di Bekasi Utara tidak akan menghentikan upaya pemerintah untuk menegakkan aturan.

Tri mengungkapkan, sebelum penertiban dimulai, pemerintah sudah memberikan imbauan dan instruksi kepada petugas untuk mengedepankan pendekatan persuasif. Namun, ia menekankan bahwa negara tidak boleh terus-menerus membiarkan pelanggaran tanpa tindakan.

"Kami sudah memberikan imbauan dan petugas telah melaksanakan dengan pendekatan persuasif. Tapi negara tidak bisa kalah terus oleh pelanggaran yang terus-menerus dibiarkan," ujar Tri dalam keterangan resminya pada Senin (9/2).

Ia menegaskan bahwa kehadirannya di lapangan adalah bentuk tanggung jawabnya sebagai Wali Kota Bekasi untuk memastikan bahwa aturan dijalankan dengan tegas. Apalagi, penertiban terhadap kawasan, kebersihan lingkungan, penataan ruang, serta reklame tak berizin merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo melalui Rakornas di Sentul, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

"Tugas saya memastikan negara hadir untuk menegakkan aturan. Ini bagian dari perintah untuk menjaga kebersihan, tata ruang, dan ketertiban kota," tegasnya.

Kericuhan di Teluk Pucung

Insiden tersebut bermula saat petugas Satpol PP melakukan penertiban terhadap bahu jalan yang dipenuhi lapak pedagang di Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, pada Minggu (8/2). Keadaan yang awalnya tenang mendadak berubah menjadi tegang ketika seorang pria, pemilik bangunan yang terkena razia, tidak terima asetnya dibawa petugas.

Meski petugas berusaha menenangkan pria tersebut, emosinya semakin memuncak. Ia memprotes kebijakan pemerintah yang dinilai tidak konsisten dalam penertiban.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika pria tersebut masuk ke dalam toko dan keluar dengan sebilah golok, mengacungkannya ke arah kerumunan petugas dan pejabat yang hadir, termasuk Wali Kota Bekasi. Melihat situasi yang mengancam keselamatan, ajudan dan petugas keamanan langsung mengevakuasi Tri Adhianto ke tempat yang aman.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro yang juga berada di lokasi segera memerintahkan anggotanya untuk mengamankan situasi.

Pembiaran yang Mengakumulasi Ketegangan

Meskipun insiden ancaman tersebut menjadi sorotan, Tri menegaskan bahwa fokus utamanya adalah bahaya yang muncul akibat pembiaran pelanggaran yang terus-menerus terjadi tanpa ada tindakan tegas dari pemerintah.

"Saya tidak khawatir dengan goloknya. Yang saya khawatirkan adalah jika pelanggaran terus dibiarkan, lama-lama dianggap biasa. Dari situ muncul pembiaran, dan akhirnya orang merasa dirinya paling benar," ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa ketegangan yang terjadi saat penertiban adalah akibat dari pembiaran yang sudah berlangsung lama, di mana aturan tidak ditegakkan dengan konsisten.

"Saya rasa kemarahan warga ini adalah dampak dari pembiaran pelanggaran yang terlalu lama tidak ditindaklanjuti. Hari ini, pemerintah mulai menertibkan dengan konsisten, meski risikonya cukup besar," tutupnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya