Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang mengguyur wilayah Bekasi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir besar yang melumpuhkan hampir seluruh aktivitas warga. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa delapan dari 12 kecamatan di kota tersebut terdampak banjir parah, termasuk fasilitas umum seperti jalan utama, perkantoran, dan rumah sakit.
"Saat ini Kota Bekasi dalam kondisi darurat. Air yang melimpas dari tanggul menyebabkan ruas jalan utama tergenang, bahkan beberapa fasilitas kesehatan ikut terdampak," ujar Tri dalam rapat koordinasi bersama Kepala BNPB Suharyanto dan Menko PMK Pratikno secara daring, Selasa (4/3).
Banjir yang terjadi kali ini disebut lebih parah dibandingkan peristiwa serupa pada 2016 dan 2020. Wilayah sepanjang Sungai Bekasi, terutama di titik pertemuan Kali Cikeas dan Kali Cileungsi, mengalami peningkatan debit air secara drastis hingga lebih dari delapan meter.
Menurut Tri, salah satu penyebab utama banjir adalah tanggul yang belum sepenuhnya terbangun di sepanjang sungai, selain adanya limpasan air yang tidak mampu ditahan oleh tanggul yang telah ada.
“Beberapa bagian tanggul masih dalam tahap pembangunan, sehingga tidak mampu menahan volume air yang meningkat tajam,” katanya.
Pemerintah Kota Bekasi sebelumnya telah mengeluarkan peringatan kepada warga untuk bersiap menghadapi potensi banjir. Namun, kondisi yang memburuk secara cepat membuat banyak warga terjebak di lantai dua rumah mereka, sementara kendaraan dan infrastruktur lainnya terendam air.
Banjir kali ini menunjukkan betapa rentannya Bekasi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat musim hujan. Faktor-faktor seperti aliran air dari wilayah hulu di Bogor, pembangunan yang pesat, serta infrastruktur pengendalian banjir yang belum maksimal turut memperparah situasi.
Tri menegaskan bahwa pihaknya akan mempercepat rehabilitasi sungai serta meningkatkan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BWSCC) untuk mencari solusi jangka panjang dalam mencegah bencana serupa.
“Pembangunan tanggul yang lebih kokoh, perbaikan sistem drainase, serta edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat akan menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Untuk saat ini, pemerintah daerah terus melakukan evakuasi dan mendistribusikan bantuan bagi warga yang terdampak. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan tim penyelamat guna menghindari risiko yang lebih besar. (Ant/Z-10)
Sinar Mas Land membidik perputaran ekonomi dari belanja, okupansi hotel, dan agenda MICE lewat pembukaan ARTOTEL Living World Grand Wisata Bekasi pada Jumat (6/2).
Di tengah isu pelemahan daya beli, kelas menengah dinilai masih kuat. Hal ini mendorong realisasi investasi properti Rp1 triliun di Bekasi.
Pembangunan JPO tersebut dilengkapi dengan fasilitas lift dan tangga untuk memberikan kemudahan
KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi menetapkan seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial NY sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan.
Perbaikan jalan dilakukan di sejumlah titik yang dianggap tingkat kerusakannya paling parah, sehingga mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Dampaknya sangat dirasakan oleh para petani dan pedagang kecil yang kini kehilangan mata pencaharian.
5 kecamatan yang terkena dampak ialah Rawalumbu, Pondok Gede, Mustikajaya, Jatiasih, dan Bekasi Utara.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa total terdapat 114 Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang terdampak banjir di wilayah Bekasi.
Bantuan berupa bahan makanan, makanan siap konsumsi, air mineral dan pengganti selimut diberikan langsung kepada korban yang tersebar di enam desa terdampak.
Menko PMK) Pratikno mengatakan rehabilitasi akan segera dilakukan, terutama terhadap fasilitas publik yang terdampak banjir di Bekasi.
PEMERINTAH menggelontorkan Rp1,4 miliar dana siap pakai untuk dukungan penanganan bencana, salah satunya banjir di Bekasi.
JAKARTA kerap diterjang banjir yang salah satu penyebab utamanya adalah limpasan air dari wilayah hulu, termasuk Bogor dan Puncak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved