Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
ORGANISASI sayap keagamaan PDI Perjuangan, Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) meminta polisi untuk membuka rekaman kamera pemantau atau closed-circuit television (CCTV) tempat kejadian penyerangan pengikut tokoh Front Pembela Islam Rizieq Shihab.
Diketahui, CCTV di KM 50 Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada saat terjadinya peristiwa penembakan enam simpatisan Rizieq dilaporkan tidak berfungsi atau mati.
"Menurut saya bisa FPI bisa menunjukkan sikapnya dengan bekerjasama dengan Polri untuk mengungkap fakta kejadian di tol Jakarta Cikampek ini. Sebenarnya akan mudah dikonfirmasi validasinya, dengan membuka semua rekaman CCTV jalan tol," ungkap Ketua Pimpinan Pusat Baitul Muslimin (Bamusi) Mahmuddin Muslim dalam keterangannya, Selasa (8/12).
Menurutnya, jika hal ini bisa dilakukan akan memudahkan penyelidikan dan membongkar fakta yang ada. Muslim menilai banyak informasi yang berseliweran di media sosial dan lainnya.
Baca juga: Jangan sampai Covid-19 dan Tewasnya Anggota FPI Lupakan Korupsi
"CCTV bisa membantu mengkonfirmasi semua peristiwa. Misalnya rekaman yang diduga percakapan para pengawal Muhammad Riziq yang tersebar luas di masyarakat, rekaman CCTV tentu akan bisa mengkonfirmasi melalui visual kejadian saling tutup," jelas Muslim.
Dia menilai, anasir-anasir bertebaran yang akan menguras energi masyarakat di tengah karenan belum jelasnya faktanya.
Mulslim mengatakan, berdasarkan keterangan FPI dalam konferensi pers menyatakan, para pengawal Rizieq itu tidak pernah dipersenjatai, selalu pakai tangan kosong. Sementara dari pihak kepolisian kepada media massa memaparkan peristiwa penembakan tersebut dilakukan karena jiwa petugas polri terancam karena diserang senjata api.
"Jika faktanya sesuai dengan apa yang di sampaikan polri, makanya FPI mesti mengikuti proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Pun bisa menjadi bahan evaluasi dan koreksi diri bagi FPI dalam memperbaiki organisasi maupun sikapnya di masa yang akan datang," pungkas Muslim.
Diketahui, bentrokan antara polisi dan simpatisan Rizieq Shihab terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Minggu (6/12) pukul 23.00 WIB hingga Senin (7/12) dini hari .
Akibatnya, enam orang tewas setelah terjadi baku tembak. Korban empat yang sudah diidentifikasi yakni M. Reza, 20; Lutfhil Hakim, 24; Akhmad Sofyan, 26; dan M. Suci Khadavi, 21. (OL-4)
Adapun massa PA 212 mulai tiba di kawasan Monas sekitar pukul 01.30 WIB.
Personel ditempatkan di sejumlah titik di sekitar Kedubes AS.
Susatyo menyebut personel tersebut gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI dan instansi terkait.
Mantan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab hari ini dinyatakan bebas murni oleh BP Kelas Satu Jakarta Pusat. Rizieq Shihab menuntut penyelesaian kasus KM 50 yang menewaskan enam aggotanya.
FPI mendukung KPK mengusut tuntas dugaan penerimaan gratifikasi kasus penemabakan KM 50
Presiden mempertimbangkan banyak hal dalam memberhentikan menteri
Perlu diketahui, demo yang berlangsung pada hari ini juga telah menyebabkan insiden tabrak lari pria berjaket ojek online oleh mobil barracuda Brimob.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menangkap empat pria terduga penculik kepala cabang berinisial MIP tersebut.
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Indra Tarigan, mengatakan penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan adanya transaksi narkotika di lokasi tersebut.
Ilham Pradipta ditemukan tewas oleh seorang warga saat menggembalakan hewan ternak di Desa Naga Sari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (21/8) pagi.
Polda Metro Jaya tengah mencari dua alat bukti untuk penetapan tersangka.
Pendalaman yang sedang dilakukan jajaran BRI berkaitan dengan melihat sebab, apakah itu terkait dengan upaya penagihan atau hal lainnya.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved