Rabu 04 November 2020, 14:06 WIB

Akhiri Kekerasan di Papua dengan Pendekatan Ala Gus Dur

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Akhiri Kekerasan di Papua dengan Pendekatan Ala Gus Dur

MI/Marcel Kelen
Kondisi aktivitas warga Intan Jaya, Papua

 

YAYASAN Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendorong pemerintah segera mengakhiri peristiwa kekerasan di Bumi Cendrawasih dengan mengubah pendekatan militer menjadi dialogis.

Presiden Jokowi bisa meniru cara Presiden ke-3 Abdurahman Wahid dengan menggelar dialog yang melibatkan semua unsur masyarakat.

"Penting bagi Presiden Jokowi menjalankan janjinya mengedepankan dialogis dalam menangani persoalan di Papua. Pemerintah saat ini bisa berkaca dari langkah Gus Dur (Abdurahman Wahid) yang menggelar dialog dengan seluruh unsur masyarakat Papua dan lainnya," kata Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur kepada Media Indonesia, Rabu (4/11).

Ia mengatakan kasus kekerasan yang muncul silih berganti di Papua harus segera diakhiri dengan mengubah pendekatan dan kebijakan pemerintah. Presiden Jokowi harus seimbang dalam mendengarkan masukan, selain dari lingkungan pemerintahan juga penting mengakomodasi aspirasi masyarakat sipil.

"Juga dengan kembali mendatangi masyarakat Papua seperti sebelumnya. Itu untuk menyerap atau mendengar langsung keinginan rakyat di Papua," tuturnya.

Baca juga: Keamanan Intan Jaya Kondusif Bila Kasus Yeremia Ditangani Serius

Isnur menilai pendekatan ala Gus Dur paling tepat digunakan untuk menuntaskan persoalan di Papua. Termasuk pula mengakhiri kekerasan dan menelan korban pendeta Yeremia Zanambani.

"Kasus kematian seperti yang menimpa pendeta Yeremia Zanambani tidak boleh terulang. Kemudian pengusutannya harus tegas dan melahirkan keadilan," jelasnya.

Menurut Isnur, tiga hasil investigasi yang sudah muncul ke publik perlu ditindaklanjuti oleh penegak hukum. Paling penting mengungkap peran nama-nama yang muncul dari ketiga investigasi.

"Tim Kemanusiaan untuk Intan Jaya sudah terang benderang menyebutkan nama pelaku (pembunuhan Yeremia). Tinggal diperiksa lebih lanjut oleh penegak hukum," imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR Wihadi Wiyanto mengatakan hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KomnasHAM) dan tim Kemanusiaan untuk Intan Jaya bisa digunakan untuk penyelidikan lebih lanjut kepolisian.

"Penyidik harus berani menindaklanjuti hasil dari temuan tiga tim itu. Untuk mengungkap kasus-kasus pembunuhan di Papua khususnya pendeta Yeremia," tegasnya.

Sementara itu, mantan Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Benny Josua Mamoto mengatakan pengungkapan empat kasus kematian di Intan Jaya, Papua yakni pendeta Yeremia Zanambani, Serka TNI Sahlan, Pratu TNI Dwi Akbar Utomo dan Badawi segera terungkap. Bahkan pelaku pembunuhan dua Anggota TNI tersebut sedang dalam penangkapan.

"Hasil TGPF yang signifikan adalah ada kasus yang sudah dapat diproses penyelidikan dan penyidikan untuk kemudian menetapkan tersangkanya. Kita tunggu saja ekspose dari pihak yang menangani," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (4/11).

Ia kembali menegaskan hasil investigasi TGPF sudah menjadi petunjuk bagi kepolisian untuk mengungkap dua dari empat pembunuhan di Intan Jaya. Sejauh ini kepolisian tengah mendalami pelaku dan dalam waktu dekat masuk ekspose untuk penetapan tersangkanya.

"Untuk pelaku yang korbannya dua anggota TNI sudah teridentifikasi bahkan ada yang sudah mengakui, tinggal mencari dan menangkap pelakunya," paparnya.

Benny mengatakan pengungkapan kasus dengan korban Yeremia masih harus melakukan autopsi.

"Masih perlu autopsi. Masih menunggu kapan akan dilakukan," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/PANCA SYURKANI

KPK Lelang 3 Mobil Milik Mantan Wali Kota Tomohon

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Rabu 20 Januari 2021, 07:08 WIB
Tiga mobil itu diyakini bisa mengembalikan uang negara Rp591...
MI/ADAM DWI

Sidang Gratifikasi Mantan Pejabat Pemkab Subang Segera Digelar

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Rabu 20 Januari 2021, 06:27 WIB
Heri terjerat kasus dugaan gratifikasi bersama mantan Bupati Subang Ojang Sohandi. Dia ditahan pada 10 September...
MI./M.Irfan

Kejagung Periksa Saksi terkiat Kasus Korupsi Mantan Dirut BTN

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 00:45 WIB
MAA diperiksa untuk mengumpulkan bukti soal dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas kredit kepada PT Titanium Property dari BTN Jakarta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya