Rabu 24 Februari 2021, 05:21 WIB

Polda Papua: Situasi Intan Jaya Kondusif, Warga Kembali ke Rumah

Mediaindonesia.com | Nusantara
Polda Papua: Situasi Intan Jaya Kondusif, Warga Kembali ke Rumah

Medcom.id
Ilustrasi

 

POLDA Papua menyebut bahwa tidak terjadi pengungsian di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pasca-kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
  
"Tidak ada pengungsian di Intan Jaya pasca-kekerasan yang dilakukan oleh kelompok KKB, masyarakat hanya mengamankan diri sementara di gereja," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M. Kamal, Selasa (23/2).

Menurut Kamal, aparat Polres dan Pemda setempat langsung merespons serta memberikan bantuan bahan makanan kepada masyarakat yang mengamankan diri.
  
"Kapolres Intan Jaya dan Bapak Bupati memberikan bantuan bahan makanan serta aparat TNI-Polri juga dikerahkan untuk melakukan pengamanan kepada masyarakat setempat. Saat ini, masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing," tuturnya.
  
Hal ini dilakukan warga menyusul terjadinya kekerasan KKB terhadap warga sipil dan TNI-Polri. Sementara aparat gabungan TNI-Polri masih mengejar KKB yang melakukan kekerasan terhadap warga. Patroli rutin juga dilaksanakan setiap harinya guna menjamin keamanan masyarakat di Intan Jaya.
  
Hingga saat ini, Polda Papua memfokuskan keamanan dan pemantauan kelompok KKB di tiga wilayah di Papua, yaitu Nduga, Puncak Ilaga dan termasuk Intan Jaya. Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan tiga polres saat ini masuk dalam daerah merah terkait gangguan KKB.
  
"Saat ini ada tiga polres yang wilayahnya menjadi perhatian dan masuk dalam daerah merah karena tingginya aktivitas KKB, yakni Polres Puncak, Polres Intan Jaya, dan Polres Nduga," kata Irjen Waterpauw.

baca juga: Prajurit TNI Ditembak KKB di Intan Jaya
  
Ia mengatakan karena masuk kategori merah maka pihaknya berharap kapolres yang baru dilantik di tiga polres itu segera beradaptasi dan melakukan konsolidasi serta bersilaturahim dengan para tokoh yang ada di wilayah tersebut.
  
"Manfaatkan peran tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemda setempat agar dapat menangani keberadaan KKB mengingat sejumlah kabupaten di Papua pernah mengalami hal serupa namun kini sudah berhasil mengatasinya," puungkasnya. 

Menurut dia, sudah ada beberapa wilayah di Papua yang berhasil meredam gangguan KKB dengan melibatkan mereka dalam pembangunan di daerah setempat. (Ant/OL-3)
  
 

Baca Juga

MI/M Yakub

Kerugian Materi Banjir Bengawan Jero Rp59,3 Miliar

👤Akhmad Yakub 🕔Senin 08 Maret 2021, 12:00 WIB
Banjir luapan Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jatim, sudah dua bulan masih menggenangi 7 kecamatan di kabupaten...
Dok Dinas Kominfo Kalimantan Tengah

Gubernur Kalteng Cek Pintu Air di Food Estate Kapuas

👤Surya Sriyanti 🕔Senin 08 Maret 2021, 11:52 WIB
Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, bersama sejumlah Kepala Dinas terkait melakukan peninjauan lokasi food estate dan memantau...
BKSDA Riau

Polda Riau Tetapkan 8 Tersangka Karhutla

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Senin 08 Maret 2021, 11:42 WIB
Polda Riau telah menetapkan sebanyak 8 tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan luas lahan terbakar sekitar 25,25...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya