Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
TENTARA Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) tidak peduli dengan gertakan pemerintah yang akan memburu mereka. Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menegaskan, pihaknya akan meladeni tantangan tersebut.
“Kami tuan tanah, pemilik negeri. Jadi pasukan TNI/Polri mau cari pasukan TPNPB-OPM silakan datang di medan tempur,” katanya ketika dihubungi mediaindonesia.com, Selasa (13/10).
Hal tersebut dikatakannya menanggapi penegasan pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD yang akan memburu TPNPB-OPM karena mendalangi penembakan Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya, Bambang Purwoko. “Itu yang akan kita buru. Itu tugas negara memburu yang begitu, karena itu kriminal," tegas Mahfud.
Lebih lanjut Sebby menyebutkan, pihaknya tidak khawatir dengan ancaman tersebut karena berada di pihak yang benar. “Kami tahu roh leluhur bangsa Papua tetap di pihak pasukan TPNPB-OPM,” tegasnya.
Baca juga : Pemerintah akan Memburu TPNPB-OPM
Sebelumnya Sebby menegaskan, pihaknya menolak investigasi yang dilakukan TGPF karena hasilnya dipastikan tidak independen. “Kami menolak investigasi TGPF karena beberapa anggotanya terdiri TNI, Polri, dan BIN. Bagaimana mungkin hasilnya bisa dipercaya kalau yang memeriksa adalah pelakunya (aparat keamanan) sendiri,” katanya.
Menurut Sebby, pihaknya meyakini penembakan Yeremia Zanambani dan sejumlah korban lain pada September lalu dilakukan aparat keamanan Indonesia. “Kita sudah umumkan bahwa pelaku penembakan pendeta merupakan aparat TNI, tapi tidak dipedulikan,” jelasnya. (P-5)
Kelima warga itu sebelumnya berangkat ke Papua pada 14 Februari 2026 untuk bekerja dalam proyek pembangunan yang dijanjikan oleh seorang mandor.
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
Semua pihak diminta untuk tidak melibatkan masyarakat sipil dalam menangani konflik bersenjata yang kerap terjadi di daerah Intan Jaya, Papua.
Tokoh perempuan Papua, Rehina Belau menyebut ada tiga kelompok kriminal bersenjata yang hingga saat ini masih menjadi musuh nyata bagi aparat TNI/Polri di Kabupaten Intan Jaya.
Polda Papua menyebut bahwa tidak terjadi pengungsian di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pasca-kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah dengan menembak warga sipil di Kampung Bilogai Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, Senin (8/2/2021).
Kelompok kriminal bersenjata dilaporkan telah menembak mati warga sipil Boni Bagau di perbatasan Distrik Sugapa-Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya karena dituduh mata-matan TNI/Polri.
Diketahui Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan pemerintah telah menyelesaikan laporannya terhadap penyelidikan kasus-kasus tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved