Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selalu sedih ketika mengetahui kadernya tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Apalagi, KPK berdiri saat dirinya menjabat sebagai Presiden RI pada 2002 lalu. Dia mengaku tidak bisa menutup kesedihan saat kader PDIP ditetapkan tersangka oleh lembaga antirasuah.
"Saya sangat sedih kalau melihat kalangan PDIP yang diambil (ditetapkan tersangka) oleh KPK. KPK itu saya yang buat loh, jangan lupa,” ujar Megawati dalam pembukaan sekolah calon kepala daerah secara virtual, Minggu (13/9).
Baca juga: Megawati Ingatkan Unsur PDIP Tertib Administrasi
“Kalau tidak percaya, lihat pembentukan KPK, juga MK (Mahkamah Konstitusi)," imbuhnya.
Walau sedih, dia menekankan pendirian KPK bertujuan untuk menjaga uang rakyat. Menurutnya, elit pemerintahan yang berani menyelewengkan uang negara harus ditindak KPK.
"Yang korupsi pasti kalangan elite. Karena itu, saya mau teken untuk didirikannya KPK," pungkas Megawati.
Kepada bakal calon kepala daerah, dia berpesan untuk selalu mawas diri. Calon pemimpin harus mendedikasikan pikiran dan tenaga untuk kepentingan rakyat, agar terhindar dari praktik korupsi.
Baca juga: ICW Desak KPK Bongkar Dugaan Keterlibatan Oknum DPP PDIP
Selain KPK, Megawati juga meminta kepala daerah untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi keuangan. Sebab, bukan hanya KPK yang mengawasi uang rakyat, namun juga ada lembaga lain, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Saya minta tolong dedikasikan seluruh pikiran dan nuranimu bagi seluruh rakyat Indonesia," tutupnya.(OL-11)
Megawati Soekarnoputri menerima gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi, Senin (9/2) waktu setempat.
Indonesia yang timpang dan terbelah terjadi akibat eksploitasi sumber kekayaan alam yang tak pernah terdistribusikan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan
Megawati saat ini berstatus tanpa klub setelah mengakhiri kontraknya dengan kesepakatan dua pihak bersama klub terakhirnya, Manisa BBSK
Megawati mengakui bahwa peta kekuatan bola voli di Asia Tenggara masih menempatkan tim tuan rumah, Thailand, sebagai kekuatan yang paling sulit untuk ditaklukkan.
Dari tujuh presiden Indonesia, lima di antaranya pernah berpidato di Sidang Umum PBB, yakni Soekarno, Soeharto, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo.
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mendorong integrasi antarmoda dan kesetaraan akses transportasi publik untuk menekan ketergantungan kendaraan pribadi.
Profil Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-5 dan presiden perempuan pertama Indonesia, menelusuri perjalanan politik, kebijakan, dan warisan kepemimpinannya.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperluas jangkauan distribusi bantuan bagi para korban
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved