Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BUNTUT saling tanggap pernyataan antara politikus Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan politikus PDIP terus berlanjut. Mantan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan memberi tanggapan atas pernyataan politikus PDIP Supratikno yang menyerang Ibas dengan menyebut bahwa banyak proyek mangkrak justru terjadi pada zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menurut Hinca, kecenderungan PDIP yang sering menyalahkan pemerintahan masa lalu merupakan cerminan penguasa yang sedang mengalami tekanan.
“Kegagalan yang terjadi hari ini silakan dihadapi. Menyalahkan masa lalu tampaknya jadi kebiasaan sahabat kami dari PDIP yang sulit hilang dari dialektika bernegara. Penguasa yang tidak tenang biasanya sedang tertekan. Akhirnya hanya bisa menyerang. Menyedihkan!” cicit Hinca melalui akun Twitter-nya, @hincapandjaitan, kemarin.
Sebelumnya, Ibas menyoroti kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Ia menyebut ekonomi era Presiden SBY meroket.
“Terus terang rakyat perlu kepastian, rakyat perlu kepercayaan, keyakinan, dan bukti, bukan janji. Alhamdulillah, kita pernah membuat itu. Ketika zaman mentor kita Pak SBY selama 10 tahun, ekonomi kita meroket, APBN kita meningkat, utang dan defi sit kita terjaga. Pendapatan rakyat naik dan lain-lain, termasuk tentang presentasi tingkat kemiskinan dan pengangguran,” ucap Ibas di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/8).
Pernyataan Ibas itu ditanggapi Hendrawan dengan menyebut pemerintahan SBY meninggalkan banyak proyek mangkrak.
“SBY meninggalkan ekonomi yang stabil, datar, tetapi tidak cukup untuk digenjot, diakselerasi karena kendala infrastruktur yang sangat tertinggal. Banyak proyek yang mangkrak. Bayangkan, arus mudik-balik Lebaran saja baru terurai di era Jokowi,” kata Hendrawan, kemarin.
Menurut anggota Komisi XI DPR itu, ada pihak yang menilai pemerintahan SBY sebagai the lost decade.
“Pembangunan infrastruktur besar-besaran seharusnya terjadi di periode itu. Program MP3EI SBY harusnya sudah berjalan sejak 2005 sehingga tidak menjadi beban pemerintahan berikutnya,” ucap Hendrawan. (Ths/P-3)
Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mendorong integrasi antarmoda dan kesetaraan akses transportasi publik untuk menekan ketergantungan kendaraan pribadi.
Profil Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-5 dan presiden perempuan pertama Indonesia, menelusuri perjalanan politik, kebijakan, dan warisan kepemimpinannya.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperluas jangkauan distribusi bantuan bagi para korban
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan
Meskipun kemarahan publik meningkat pasca kematian Alex Pretti di Minneapolis, Partai Demokrat menghadapi hambatan besar untuk membatasi pendanaan ICE.
WAKIL Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan politik harus bisa bermanfaat untuk rakyat.
Aktivis hingga influencer menyampaikan 17+8 tuntutan usai aksi unjuk rasa beberapa hari terakhir ini.
Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra membantah tudingan yang menyebutkan partai sebagai dalang dari ramainya isu ijazah palsu Jokowi
ANGGOTA Komisi VI DPR Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron menilai usulan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diisi oleh kantor-kantor Kementerian BUMN patut dipertimbangkan
Demokrat tidak dalam menolak putusan MK dan telah menyiapkan sejumlah opsi untuk kemudian dibawa ke pertemuan antar partai politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved