Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Aria Bima Sebut PDIP tidak Mau Terperosok Seperti Demokrat

Cahya Mulyana
23/7/2020 11:43
Aria Bima Sebut PDIP tidak Mau Terperosok Seperti Demokrat
Politikus PDIP Aria Bima(MI/Dero Iqbal Mahendra )

PDI Perjuangan mengantisipasi kondisi yang menimpa Partai Demokrat yang terperosok setelah dua periode berkuasa. Partai berlogo Kepala Banteng ini pun mengaku akan merawat kepercayaan publik.

"Faktor dan problem harus diantisipasi. Saya kira keinginan kita untuk menjaga kinerja pemerintah ini beserta seluruh partai pengusung dalam stabilitas politik yang stabil," kata Politikus PDIP Aria Bima dalam keterangan resmi, Kamis (23/7).

Menurut dia, pihaknya menyadari potensi yang menimpa elektabililtas Partai Demokrat yang terjun bebas usai Susilo Bambang Yudhoyono memimpin selama dua periode.

Baca juga: 2024 Regenerasi Total, Megawati Ingin Kadernya Bersiap

Supaya itu tidak terjadi, PDIP berupaya menjaga elektabilitas dan memenangkan pemilu 2024 atau setelah Joko Widodo mengakhiri masa jabatannya.

Saat ini, kata dia, PDIP berupaya menggenjot kinerja pemerintahan agar tetap dipercaya publik.

Langkah itu dapat terwujud dengan baik bila melihat situasi politik di DPR, MPR, dan pemerintah yang harmonis sehingga harus dimanfaatkan dengan menanggulangi covid-19 sebaik mungkin disertai penyelamatan ekonomi.

"Supaya kinerja dalam mengatasi dampak covid-19 terhadap ekonomi ini, baik menyangkut pertumbuhan ekonomi dalam memperkuat daya beli masyarakat dan sosial sefety net-nya itu bisa berjalan secara baik," paparnya.

Menurut dia, pemerintah harus mengendalikan pandemi covid-19 dan berbagai dampaknya agar tidak mengganggu wilayah sosial dan politik.

"Keberhasilan mengendalikan covid-19 dan berbagai dampaknya akan memupuk loyalitas publik kepada partai berlambang moncong putih," tutupnya.

Sejauh ini, elektabilitas PDIP masih bertengger di puncak klasemen seperti tercermin dalam hasil survei Charta Politika Indonesia dengan angka 20,5%.

Adapun posisi kedua dihuni Partai Gerindra dengan torehan dukungan publik atau responden sejumlah 14,2%, ketiga Partai Golkar dengan angka 10,3%. Keempat diraih PKB dengan angka 8,7%, PKS di posisi kelima dengan angka 8,1%.

Untuk posisi keenam ditempati Partai NasDem 8,0%. Urutan ketujuh ada Partai Demokrat 6,0%, kedelapan PAN 2,3%, kesembilan PPP 2,2%, Partai Perindo di urutan ke-10 dengan dukungan 1,7%, PSI pada urutan ke-11 dengan raihan 1,6%.

Untuk urutan 12 dihuni Partai Garuda 0,5%, ke-13 Partai Hanura 0,5%, ke-14 Partai Berkarya 0,3%, PKPI ke-15 dengan suara 0,2%, dan Partai Bulan Bintang (PBB) 0,1%. Sedangkan untuk responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 15,1%.

Charta Politika Indonesia melakukan survei ini dengan cara mewawancarai sebanyak 2 ribu orang responden berusia minimal 17 tahun melalui sambungan telepon, menggunakan simple random sampling, margin of error 1,19%, dan quality control 20% dari total sampel. Survei dilakukan pada 6-1 Juli 2020. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya