Rabu 26 Februari 2020, 23:27 WIB

KPK Lanjutkan Perburuan Nurhadi di Surabaya

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Lanjutkan Perburuan Nurhadi di Surabaya

Antara/Didik Suhartono
Petugas KPK menggeledah kantor pengacara yang merupakan kerabat Nurhadi di jawa Timur

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan penggeledahan terkait kasus yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. KPK melakukan penggeledahan dan pencarian Nurhadi di sejumlah lokasi di Jawa Timur.

"Informasi terakhir di Tulungagung tidak mendapatkan para DPO. Malam ini masih dilakukan penggeledahan ke tempat lain ke Surabaya. Kelanjutannya belum bisa kami sampaikan," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/2) malam.

Ali menyebut malam ini tim KPK di Surabaya tengah menggeledah rumah adik dari istri Nurhadi, Tin Zuraida. Penggeledahan juga untuk mencari keberadaan atau informasi terkait Nurhadi.

"Hari ini tim penyidik KPK kembali melakukan penggeledahan di beberapa titik tempat di wilayah Jawa Timur," ujarnya

Sebelumnya, KPK memburu Nurhadi ke rumah mertuanya di Tulungagung, Jawa Timur. Rumah di Tulungagung tersebut merupakan tempat tinggal milik orang tua istri Nurhadi, Tin Zuraida. KPK melakukan penggeledahan di rumah tersebut dan menyita sejumlah barang bukti dokumen dan perangkat elektronik.

Baca juga : KPK Geledah Kantor Pengacara Milik Adik Istri Nurhadi

"Tim menemukan sejumlah dokumen dan alat bukti elektronik," imbuh Ali.

KPK juga telah menggeledah kantor pengacara Rahmat Santoso & Partner di Surabaya, Jawa Timur. Kantor pengacara itu diketahui milik adik Tin Zuraida. Selain itu, tim komisi juga telah mencari keberadaan Nurhadi di sejumlah lokasi di Jakarta namun belum membuahkan hasil.

Dalam kasus itu, KPK menetapkan Nurhadi beserta menantunya Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto sebagai tersangka kasus pengurusan perkara di lingkungan MA. Hingga kini, ketiganya belum berhasil ditemukan.

Selama menjabat sekretaris di MA, Nurhadi diduga melakukan perdagangan perkara dan menerima suap serta gratifikasi senilai Rp46 miliar.

Adapun Rezky diduga menjadi perantara suap kepada Nurhadi dalam sejumlah pengurusan perkara perdata, kasasi, dan peninjauan kembali. Sementara itu, Hiendra disangkakan sebagai pemberi suap pengurusan perkara. (OL-7)

Baca Juga

Dok. Kemenko PMK

Menko PMK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Menteri Tjahjo Kumolo

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 21:38 WIB
"Beliau orang baik. Kerja sama dengan sesama menteri yang saya alami, beliau sangat supel, rendah hati, kaya inisiatif dalam...
Dok. Universitas Jember

BPIP: Nilai Luhur Pancasila Harus Diwariskan ke Generasi Muda

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 01 Juli 2022, 21:34 WIB
Ia juga mengingatkan kepada pemuda, bahwa di era digitalisasi saat ini, tidak menutup kemungkinan ada yang ingin mengganti ideologi...
Antara/Akbar Nugroho Gumay

Mentan SYL Sampaikan Duka Mendalam Atas Kepergian Tjahyo Kumolo

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 21:22 WIB
Bagi SYL, Tjahyo adalah orang baik sekaligus contoh aparat negara yang selama ini menjadi pengayom bagi seluruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya