Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Periode 2012-2017 Ferry Kurnia Rizkiansyah menyatakan keprihatinannya atas tertangkap tangannya komisioner KPU Periode 2017-2022 Wahyu Setiawan.
Menurut Ferry, kasus Wahyu Setiawan merupakan bukti kuatnya godaan dalam bidang politik untuk mengganggu independensi penyelenggara pemilu.
"Pasti banyak. Bahwa godaan-godaan itu seiring orang yang ingin berkuasa dengan cara-cara instan," kata Ferry diskusi Populi Center di Jakarta, Sabtu (11/1).
Ferry mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelesaikan persoalan itu sampai ke akar-akarnya dan tanpa pandang bulu. "Ini kesempatan untuk mengembalikan kepercayaan publik," kata dia.
Menurut Ferry, bagi penyelenggara pemilu prinsip integritas harus benar-benar dijaga. Bukan hanya di tingkat pusat, tapi juga di tingkat daerah. Sebab, godaan terhadap KPU niscaya akan ada.
"Ruang itu akan muncul pada KPU, tinggal bagaimana pagar-pagar KPU. Bisa saja masuk ke unsur kesekretariatan. Jadi memang harus dikuatkan," kata dia. (X-15)
Baca juga: Komisioner KPU Wahyu Setiawan Ditangkap KPK di Pesawat
Baca juga: Kekayaan Wahyu Setiawan Capai Rp12,8 Miliar
Baca juga: Uang Suap OTT Wahyu Setiawan Rp400 Juta
SIDANG kasus pemblokiran Jalan Pantura dengan terdakwa dua pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, memasuki babak akhir.
KPK ingatkan artis yang masuk politik untuk belajar tata kelola pemerintahan. Hal ini merespons Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang berdalih tidak tahu hukum karena latarbelakang pedangdut
KPK mengungkap perusahaan milik keluarga Fadia Arafiq mendominasi proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan selama 2025.
KPK menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal kasus korupsi pengadaan barang dan jasa. Fadia ditahan hingga 23 Maret 2026.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel usaha salon, restoran, hingga sejumlah mobil di rumah dinas yang diduga milik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
KPK ungkap detail OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terkait dugaan suap pengadaan 'outsourcing' di Pemkab Pekalongan.
KPK ungkap perusahaan keluarga Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kuasai proyek makan pasien di 3 RSUD.
KPK mengungkap kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai bukti modus rasuah di Indonesia semakin kompleks.
KPK tengah mencari bukti-bukti lain untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek tender yang melibatkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
KPK mengungkap perusahaan milik keluarga Fadia Arafiq mendominasi proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan selama 2025.
Fadia Arafiq diduga menggunakan perusahaan milik keluarganya untuk memenangkan proyek pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
KPK mengungkap bahwa suami dan anak dari Fadia Arafiq turut menerima uang hasil dugaan tindak pidana korupsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved