Kamis 12 Desember 2019, 15:59 WIB

Berupaya Rebut Senjata, Pengedar Heroin Ditembak Mati oleh Polisi

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Berupaya Rebut Senjata, Pengedar Heroin Ditembak Mati oleh Polisi

Ilustrasi/Medcom
Ilustrasi ditembak mati polisi karena coba rebut senjata.

 

DIREKTORAT Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya mengambil  tindakan tegas dengan menembak mati seorang warga negara Pakistan yang berinisial SH,27, yang diduga pengedar heroin jaringan Pakistan-Indonesia.

SH ditembak polisi karena dia berusaha mencoba melawan aparat polisi dan merebut senjata saat penangkapan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan berdasarkan laporan masyarakat dan dikembangkan, tersangka SH ditangkap di kawasan Mangga Dua Square, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Rabu (11/12) kemarin.

"Jaringannya lintas negara, jaringan Pakistan-Indonesia yang pelakunya salah satu WNA Pakistan," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/12).

Dari hasil pengeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa 5 kilogram heroin kelas 1. Heroin jenis itu memiliki pasar di masyarakat dari kalangan strata ekonomi atas.

"Pada saat ditangkap, kita temukan barang bukti 5 kilogram heroin. Dari keterangan yang bersangkutan, dia masih menyimpan di gudang di sekitar TKP (Mangga 2 Square)," sebutnya

Guna proses pengembangan lebih lanjut, pihaknya meminta tersangka memberitahu lokasi penyimpanan barang haram lain tersebut. Namun, tersangka justru melawan petugas dan mencoba kabur.

"Saat didampingi anggota, yang bersangkutan mencoba melawan dan merebut senjata petugas. Setelah menghitung tindakan terukur petugas menembak tersangka," terang Yusri.

Setelah dilumpuhkan dengan peluru panas, kata Yusri, tersangka dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis. Namun dalam perjalanan, tersangka mengembuskan napas terakhirnya. .

Hingga kini, jasad tersangka masih berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 UU RI 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup. (Fer/OL-09)

 

Baca Juga

MI/Susanto

Kejagung Cegah Belasan Orang ke Luar Negeri Terkait Kasus Asabri

👤Siti Yona Hukmana 🕔Kamis 28 Januari 2021, 11:47 WIB
Beredar kabar ada 12 orang yang dilakukan pencegahan ke luar negeri. Belasan orang itu termasuk tujuh calon...
ANTARA/M Risyal Hidayat

Jaksa Bantah Jadikan Hiendra Kambing Hitam

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Kamis 28 Januari 2021, 09:35 WIB
Sebelumnya, dalam persidangan, Hiendra Soenjoto membantah tuduhan jaksa. Hiendra mengaku tidak menyuap...
MI/Susanto

KPK Dalami Arahan Juliari ke Eks ADC Mensos

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Kamis 28 Januari 2021, 08:44 WIB
"Eko Budi Santoso didalami pengetahuannya terkait peran dan arahan khusus tersangka JPB (Juliari Peter Batubara) saat menjabat selaku...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya