Sabtu 07 Desember 2019, 09:40 WIB

Aliran Dana Kasus Korupsi Garuda Bengkak

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Aliran Dana Kasus Korupsi Garuda Bengkak

MI/ROMMY PUJIANTO
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi menemukan aliran dana dalam kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia (persero) Tbk bertambah besar. KPK meyakini aliran dana yang awalnya diduga hanya Rp20 miliar kini bertambah menjadi Rp100 miliar.

"Setelah kami cek, ada puluhan rekening yang totalnya kurang lebih Rp100 miliar. Aliran dana itu termasuk kepada tersangka yang sudah ditetapkan saat ini," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, kemarin.

Saat ini ada tiga tersangka dalam kasus itu, yakni mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, beneficial owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo, dan mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno.

Febri melanjutkan, dana juga diduga mengalir kepada sejumlah pejabat Garuda Indonesia lainnya. Salah satunya kepada Hadinoto. Ia diduga menerima suap melalui Soetikno senilai US$2,3 juta dan 477 ribu euro.

KPK telah merampungkan penyidikan untuk Emirsyah dan Soetikno. Kedua tersangka dan barang bukti telah dilakukan pelimpahan tahap dua dan segera disidangkan. KPK berjanji bakal menguraikan aliran dana Rp100 miliar itu di persidangan.

"Terkait pembuktian akan kami uraikan dari dakwaan. Jadi, bukan pada satu orang penerimaan uangnya, tapi juga pada beberapa pejabat di Garuda Indonesia saat itu. Ada penggunaan rekening dengan nama lain di beberapa negara," imbuh Febri.

Penanganan perkara itu memakan waktu hampir tiga tahun terhitung sejak KPK menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) pada 16 Januari 2017. KPK kala itu menduga Emirsyah menerima uang dari Soetikno senilai 1,2 juta euro dan US$180 ribu (totalnya setara Rp20 miliar). Kemudian ada penerimaan lain dalam bentuk barang.

Suap itu diduga berkaitan dengan pengadaan mesin untuk pesawat Airbus yang dipesan untuk Garuda Indonesia melalui perantara Connaught International. Selama proses penyidikan, KPK mengidentifikasi ada kontrak bernilai miliaran dolar Amerika yang ditandatangani. Sejumlah kontrak itu dalam prosesnya diduga terdapat aliran suap. (Dhk/P-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/FANNY OCTAVIANUS

Moeldoko Disebut Kacang Lupa Kulit

👤Anggitondi Martaon 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 12:31 WIB
Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat pun menilai Moeldoko sosok melupakan jasa yang diberikan orang lain...
dok.ppi

PPI dan Anas Urbaningrum Bantah Terlibat Dalam KLB Demokrat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 12:30 WIB
JURU bicara Perhimpunan Pergerakan (PPI) Indonesia Gerry membantah keterlibatan Ketua PPI Anas Urbaningrum dan lembaganya dalam...
ANTARA FOTO/Endi Ahmad

Pemerintah Siap Kaji Dokumen KLB Demokrat

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 12:23 WIB
"Dalam hal ini Kemenkum dan HAM akan bersikap objektif berdasarkan konstitusi yang berlaku dan tidak akan mengambil keputusan dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya