Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
JIKA ada aparatur sipil negara (ASN) ataupun kepala daerah terlibat dalam kasus desa fiktif, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan mereka harus dikenai tindakan tegas supaya kasus serupa tidak kembali terulang.
Demikian dikatakan Kapuspen Kemendagri Bahtiar saat dihubungi, kemarin. "Siapa pun yang terlibat, termasuk dari aparat, silakan saja diselidiki. Kalau perlu, ditangkap dan dipidana bila memang ada aspek pidana."
Menurut Bahtiar, suatu wilayah yang ingin menjadi daerah pemekaran atau desa baru harus melalui proses yang tidak instan dan memakan waktu yang cukup lama. "Perkembangan terakhir soal pemekaran desa memang di pemerintah daerah, tapi prosesnya panjang dan tidak serta-merta. Selain itu, seharusnya warga desa tahu kalau ada pemekaran."
Karena itu, imbuhnya, perlu pengkajian dari sisi ukuran-ukuran objektif, seperti luas wilayah, penduduk, dan potensi kemandirian yang dimiliki desa itu.
"Tidak ujug-ujug jadi desa baru. Ada namanya desa persiapan dulu selama tiga tahun. Nanti kepala desa tidak langsung dipilih, tapi dari pegawai negeri dulu yang ditunjuk. Seiring berjalan waktu, jika desa bisa hidup mandiri, ya sudah, baru diberdayakan," terangnya.
Pemekaran desa, lanjut dia, bukan sekadar membagi wilayah. Tujuan lainnya ialah bisa menjadi desa otonomi yang mandiri dan memiliki potensi yang bisa digali. Karena itu, nantinya harus bisa menjadi pusat ekonomi baru, pelayanan masyarakat lebih dekat, dan sebagai pusat pertumbuhan baru.
Soal penerimaan dana desa, Bahtiar membantah informasi bahwa jika sebuah desa dimekarkan, akan menerima dana desa sebesar Rp933 juta-Rp960 juta.
"Tujuan desa dimekarkan sejatinya agar desa itu mandiri, dengan kehidupan desa digali dari potensi diri sendiri. Oleh karena itu, ada namanya usaha desa," jelasnya.
Dia menjelaskan, perihal dugaan adanya desa fiktif di sejumlah daerah yang menerima dana desa, hingga kini hal itu terus ditelusuri. Sejumlah desa fiktif disebut berada di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, juga di Sumatra Utara dan Kalimantan Selatan.
Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan pihak Istana tengah mendalami dugaan yang pertama kali diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR itu.
Sementara itu, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, menyampaikan bahwa Kemendes PDTT terus memantau pemanfaatan dana desa yang digelontorkan Kementerian Keuangan. Hal itu menyusul temuan Menteri Keuangan yang mengungkapkan dugaan adanya desa fiktif yang menerima anggaran dana desa pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. (Iam/Ifa/N-3)
Para pemimpin daerah harus konsisten memegang amanah rakyat dan tidak mencoba mencari celah korupsi yang hanya akan mencederai kepercayaan publik.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Mendagri Tito juga mengingatkan agar daerah tidak menghambat investasi kecil dengan pungutan tidak perlu.
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Persampahan merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Permasalahan ini berdampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, kesehatan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
Mendagri Tito juga mengingatkan agar daerah tidak menghambat investasi kecil dengan pungutan tidak perlu.
OTT yang kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah dinilai mencerminkan persoalan struktural dalam sistem pemerintahan daerah.
Bupati Pati Sudewo terjaring OTT KPK hari ini. Simak fakta-fakta lengkap, rekam jejak kasus sebelumnya, kekayaan, hingga kontroversi kebijakan yang pernah memicu protes warga.
Pengalihan kewenangan memilih kepala daerah ke DPRD dinilai akan menggeser sumber legitimasi kekuasaan dari rakyat ke elite politik.
Perludem menilai efisiensi anggaran seharusnya ditempuh melalui digitalisasi pemilu, penyederhanaan tahapan, serta rasionalisasi badan ad hoc.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dinilai bisa tersingkir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved