Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng mengingatkan rencana Kementerian Dalam Negeri mengumpulkan seluruh kepala daerah tidak sekedar seremonial semata.
Acara yang akan dihadiri Presiden Jokowi itu perlu menjadi momentum menyelesaikan perbedaan pandangan dan cara menjalankan pembangunan.
"Yang penting tindak lanjutnya dari acara pertemuan pemerintah pusat dan daerah. Kegiatan serupa sering namun outputnya minim serta penyelesaian masalah yang menjadi landasan berbagai pertemuannya pun kerap tak teralisasi," terangnya kepada Media Indonesia, Minggu (3/11).
Baca juga: Pengamat: NasDem Bisa jadi Jembatan Oposisi dan Pemerintah
Ia mengatakan perbedaan pandang antara pemerintah pusat dan daerah merupakan hambatan utama dari pelaksanaan pembangunan. persoalan tersebut kerap berasal dari prinsip yang berseberangan dan egosektoral kementerian lembaga saat berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Padahal seharusnya itu tidak terjadi pada rezim desentralisasi yang menyediakan satu pintu atau komando di pemerintah pusat yang bertugas mengkordinasi pemerintah daerah yang tertuang pada UU Pemerintah Daerah. Dalam ketentuan itu Kementerian Dalam Negeri yang menjadi naungan pemerintah daerah melalui fungsi pembinaan dan pengawasan.
"Pusat koordinasi seharusnya melakui Kementerian Dalam negeri sehingga tidak terpecah seperti saat ini. Kemudian peran pembinaan dan pengawasan oleh Kementerian Dalam Negeri pun harus lebih optimal untuk memastikan pembangunan di semua daerah selaras. Ini butuh kerja teknis bila ingin berjalan sehingga tidak cukup dengan pertemuan saja," terangnya.
Pembangunan oleh pemerintah pusat dengan daerah dapat beriringan ditentukan juga lewat fungsi Gubernur. Sayangnya tangan kanan Presiden di provinsi itu belum memiliki kewenangan yang memadai untuk menjalankan setiap arahan.
"Karena seperti perangkat kerjanya pun terbatas sehingga lebih banyak nebeng di Pemda tingkat II," katanya.
Maka Kementerian yang saat ini dipimpin Tito Karnavian itu perlu menegaskan kembali posisinya. Kementerian ini perlu memastikan anggaran digunakan untuk program yang sesuai dengan visi dan misi pembangunan nasional, penyerapannya yang tepat sasaran dan mutu laporan yang bebas catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan.
"Hal-hal tersebut perlu menjadi perhatian dalam usaha sinkronisasi pembangunan pemerintah pusat dan daerah. Kesepahaman dalam pertemuan nanti perlu dipastikan berjalan di tataran teknis supaya ada bekasnya," terangnya. (OL-8)
Para pemimpin daerah harus konsisten memegang amanah rakyat dan tidak mencoba mencari celah korupsi yang hanya akan mencederai kepercayaan publik.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Mendagri Tito juga mengingatkan agar daerah tidak menghambat investasi kecil dengan pungutan tidak perlu.
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Persampahan merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Permasalahan ini berdampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, kesehatan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
Lonjakan volume sampah selama masa libur akhir tahun bukan sekadar fenomena musiman, melainkan menjadi ujian nyata bagi sistem tata kelola sampah di daerah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong setiap pimpinan perguruan tinggi untuk membantu pemerintah dalam menangani permasalahan di daerah.
Ia juga menjelaskan skor penilaian HAM dibagi dalam empat kategori yakni 41-60 rendah, 61-70 cukup, 71-80 tinggi, dan 81-100 sangat tinggi.
Wali Kota Jambi Maulana menyatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan koperasi menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama keberhasilan pembangunan fisik.
Hal tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah untuk Antisipasi Momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved