Sabtu 12 Oktober 2019, 11:26 WIB

Surya Sebut Pertemuan Jokowi dengan SBY dan Prabowo Positif

M Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Surya Sebut Pertemuan Jokowi dengan SBY dan Prabowo Positif

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

 

KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan sejumlah petinggi partai politik merupakan pertemuan dengan nilai positif demi menyelesaikan masalah bangsa.

"Intinya, pertemuan yang sedemikian rupa itu, menurut saya, amat sangat memberikan nilai positif. Kalau sulit kita bertemu, sulit kita bersalaman bersama bagaimana menyelesaikan permasalahan bangsa," kata Surya setelah menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri bertemu dengan sejumlah petinggi partai politik di antaranya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jumat (11/10) di Istana Merdeka.

Presiden Jokowi juga sempat bertemu dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sehari sebelum bertemu Prabowo di Istana Merdeka.

Pertemuan para petinggi politik tersebut, menurut Surya, perlu dilakukan untuk membahas permasalahan bangsa yang begitu kompleks.

Baca juga: Jokowi dan SBY Berpeluang Formalkan Koalisi

"Saya selalu menyatakan permasalahan bangsa ini begitu kompleks, begitu besar, dan tidak bisa diselesaikan satu kelompok. Kita harus bersama menyelesaikannya," ujar Surya.

Selain itu, adanya rumor yang beredar partai oposisi Gerindra ikut bergabung. Surya menyerahkan seluruhnya kepada presiden karena hal tersebut merupakan hak seorang pemimpin negara.

"Itu hak prerogatif presiden. Presiden anggap itu perlu dalam kepemimpinannya, silakan. Karena presiden yang menentukan, beliau memiliki hak prerogatif dalam menyusun kabinetnya. Partai NasDem harus konsisten," ungkapnya.

Surya juga merasa tidak ada masalah jika memang terjadi perubahan pada kabinet karena Ketua Umum Partai NasDem akan menyerahkan semuanya pada Presiden dan hal itu dinilai demi kemaslahatan bangsa.

"Iya menyerahkan semua. Kalau tidak ada inkonsistensi, katanya mau dukung tanpa syarat, belum berapa lama sudah berubah pakai syarat," ungkapnya lagi.

"Tidak masalah bagi NasDem (bila ada rombak kabinet). Ada di kabinet boleh gak ada di kabinet juga gak papa. tapi dukungan pada Jokowi jalan. sudah jelas," tutupnya. (OL-2).

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

PDIP: Buya Syafii Selalu Gaungkan Ideologi Harapan

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:42 WIB
Indonesia kehilangan tokoh besar dengan kepergian cendekiawan muslim itu. Puan juga mengaku hubungan mereka sangat dekat dan sudah seperti...
Dok MI

Ahok: Buya Syafii Maarif Teladan Merawat Kebinekaan

👤Selamat Saragih 🕔Jumat 27 Mei 2022, 20:24 WIB
Ahok dan Buya Syafii memang cukup dekat. Bahkan Buya Syafii pernah membela Ahok yang tersandung kasus penistaan...
Antara

Mengaku Kerap Diintimidasi, Gubernur Papua Minta Perhatian dari Presiden

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 27 Mei 2022, 19:13 WIB
Menurut Lukas Enembe, dirinya merupakan satu-satunya dari 34 gubernur di Indonesia yang kerap mendapat perlakuan tidak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya