Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENANGGAPI soal pernyataan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menyebut bahwa Jokowi ikut menyumbang dana kampanye sebesar Rp19,5 miliar dan barang senilai Rp25 juta saat persidangan gugatan sengketa Pilpres 2019, Komisioner Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan temuan tersebut.
"Oh enggak, itu kan laporan dari mereka di upload ke kita, kita punya website. Itu kan miliknya mereka yang di upload ke kita, jadi biar untuk jelas saja itu diupload di website Bawaslu," ujar Fritz, Jumat (14/6) lalu.
Fritz mengaku bahwa Bawaslu hanya bertugas mengecek terkait penerimaan maupun pengeluaran Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK), sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 atau UU Pemilu.
"Iya karena melakukan fungsi pengawasan terhadap LPPDK, kan juga ada Kantor Akuntan Publik (KAP). Kami kan cuma mengecek antara LPPDK itu, apakah yang masuk itu ada bukti pengeluarannya, itu peran daripada LPPDK untuk mengetahui siapa yang mengirim, sumbernya dari mana, kemudian informasi daripada penyumbang, itu peran dari LPPDK tersebut," terang Fritz.
Adapun Fritz mengaku bahwa LPPDK yang didapat oleh pihaknya dikirimkan oleh masing-masing paslon, sebagai mana dikirimkannya juga LPPDK ke KPU. "Iya masing-masing, kita menerima LPPDK dari masing-masing orang," tandas Fritz.
Sebelumnya, kuasa hukum Prabowo-Sandi Bambang Widjojanto (BW) mempersolkan hal tersebut saat membacakan materi gugatan di persidangan MK Jumat (14/6) lalu. Ia menyebut bahwa nominal tersebut muncul dalam website resmi Bawaslu berdasarkan data penerimaan yang dihimpun sejak 23 September 2018 hingga 25 April 2019. Di mana, dituliskan Jokowi menyumbang sebesar Rp19,5 miliar, sementara Ma'ruf Amin menyumbang Rp50 juta. (A-3)
PADA peringatan hari lahir Partai Golongan Karya (Golkar) beberapa waktu lalu, Prabowo Subianto kembali mengemukakan pandangannya tentang sistem pemilihan kepala daerah (pilkada).
MK menegaskan bahwa wartawan tidak dapat langsung digugat secara perdata maupun pidana atas karya jurnalistiknya, sepanjang karya tersebut merupakan produk jurnalistik.
Penempatan anggota Polri aktif dalam jabatan sipil tetap harus merujuk pada UU Polri sebagai aturan yang bersifat khusus.
Perlindungan hukum harus dimaknai sebagai amanat bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjamin keamanan jurnalis dari segala bentuk serangan.
MK telah mengambil langkah berani dalam menempatkan posisi wartawan sebagai pilar penting dalam sistem demokrasi.
Putusan MK menegaskan bahwa wartawan tidak dapat serta-merta diproses secara pidana atau perdata atas karya jurnalistik dalam pengujuan UU Pers, Dewan Pers minta baca detil putusan MK
Perkara ini bermula dari hubungan kerja sama bisnis di bidang pemasaran asuransi. Pada 6 Agustus 2018,
Fickar menambahkan bahwa tindakan oknum aparat yang sewenang-wenang dapat merusak citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Barat, Iptu Rangga, menegaskan bahwa perkara ini bukan konflik antara perusahaan dan masyarakat,
Konflik kedua negara kembali memanas akibat perselisihan batas yang sudah berlangsung turun-temurun sejak era kolonial Prancis.
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat penegasan batas desa
Proyek pembangunan berskala besar tentu membawa peluang ekonomi signifikan. Namun, di sisi lain, kompleksitas proyek lintas negara ini juga membuka potensi terjadinya sengketa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved