Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI-partai oposisi tak berharap mendapatkan jatah kursi baik di lingkup pemerintahan maupun legislatif. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid yang sadar diri dengan posisi partai dan koalisi di Pemilu 2019. Dengan angka yang tertinggal dari Koalisi Indonesia Kerja (KIK), PKS tak berharap mendapat posisi strategis, khususnya di kabinet.
"Prinsipnya sikap kami adalah sebagaimana tahun 2014 karena kami bukan koalisi Pak Jokowi dan koalisi kami tidak menang dalam pemilu, kami merasa wajar saja kami tidak perlu diajak," ujar Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/6).
Hidayat menambahkan partainya juga tidak mau fokus pada perolehan jabatan penting. Mereka akan fokus menjadi oposisi bila kelak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tetap memenangkan Jokowi sebagai presiden.
"Biarlah kami menjadi oposisi, biarlah kami berada di luar kabinet toh berada di luar kabinet bukan berarti tidak konstitusional, berada di luar kabinet juga konsitusional," imbuhnya.
Baca juga: Soal Kursi Ketua MPR, NasDem Junjung Musyawarah Mufakat
Meski begitu, ia masih akan menunggu hasil putusan MK. Ia dan partai koalisi lebih dulu akan fokus pada proses persidangan di MK yang akan dimulai 14 Juni mendatang. Pembahasan mengenai kabinet belum menjadi prioritas. Begitu juga dengan jabatan strategis lain seperti pimpinan di lembaga legislatif.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan partainya tak mengincar posisi tertentu. Baik menteri di kabinet maupun pimpinan di MPR.
"Gerindra berjuang untuk kepentingan rakyat, bukan sebatas partai lain yang ingin menjadi pimpinan MPR atau untuk dapat kursi menteri," ungkap Andre.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil hitung KPU yang dirilis pada 21 Mei lalu diketahui kelima partai dengan perolehan tertinggi ialah PDIP, Gerindra, Golkar, PKB dan NasDem.
Berdasarkan Undang-Undang 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3), pimpinan DPR diserahkan kepada pemenang pemilu sesuai urutan kursi di DPR. Sementara pimpinan MPR dipilih secara paket karena ada unsur DPD di dalamnya. Sementara untuk kursi kabinet sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden terpilih.(OL-5)
Pilkada lewat DPRD manuver politik para elite yang telah diperhitungkan secara matang demi pembagian kekuasaan di tingkat daerah.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Pantas Nainggolan menegaskan perombakan struktur ini menjadi fondasi kebangkitan partai di Jakarta.
Sebanyak delapan parpol, setelah beberapa kali pertemuan, bersepakat resmi mendeklarasikan komitmen dan semangat bersama bernama GKSR.
Budi membeberkan ada arahan dari Jokowi untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Partai politik yang mengedepankan kejujuran akan membuat partai tersebut terbuka dan dinamis.
Peneliti Perludem, Haykal mengatakan bahwa aturan ini penting agar sistem kepartaian tidak terjebak dalam pola kartel.
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved