Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TERDAKWA kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet mengaku sudah 4 kali menjalani operasi wajah sejak usia 65 tahun.
Hal itu disampaikan Ratna usai diminta Hakim Ketua Joni untuk menceritakan secara runut peristiwa dirinya menjalani operasi plastik. Ratna pun membeberkan alasannya menjalani perawatan tersebut lantaran malu wajahnya terlihat semakin menua.
"Pada awalnya saya berniat operasi plastik sedot lemak, walaupun sudah beberapa kali melakukan hal itu. Mungkin karena kemarin saya melakukan dan sudah berumur jadi saya malu. Saya berusaha menutupi," jelas Ratna dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Selasa (14/5).
Ia pun tidak mengatakan kepada keluarganya jika menjalani operasi plastik, namun hanya mengabarkan dirinya akan pergi ke Bandung.
"Jadi ketika ingin pergi ke Klinik Bina Estetika, saya mengatakan ingin ke Bandung," ungkapnya.
Baca juga: Sidang Hari Ini, Ratna akan Dikonfirmasi Soal Keterangan Saksi
Dalam keteranganya, Ratna mengatakan berangkat dari kediamanya di Kampung Melayu menuju Bina Estetika menjelang malam, ia mengaku sudah melakukan operasi pelastik sebanyak empat kali.
"Itu sudah operasi ke berapa?" tanya hakim Joni.
"Ini merupakan operasi plastik kali ke-empatnya. Mungkin yang keempat," jawab Ratna.
Ia mengaku telah melakukan operasi sejak ia berusia 65 tahun dengan selisih kurang lebih setengah bulan pada tiap operasi.
"Kalau operasi pertama masih ingat?" tanya hakim Joni lagi.
"Waktu saya umur 65 tahun," jelas Ratna.
Ia juga mengaku setiap kali melakukan operasi tidak melakukan konsultasi ke keluarga. Menurutnya, sejak operasi pertama kali selesai, keluarganya tidak pernah ada yang bertanya tentang perubahan wajahnya sesuai operasi.(OL-5)
SEORANG wanita paruh baya dengan paras yang sangat mirip dengan Ratna Sarumpaet membuat ulah di Bali saat Nyepi.
Permohonan pembebasan bersayarat (PB) Ratna diterima dan dikabulkan sehingga Ratna menjalani hukuman selama lebih kurang 15 bulan
Ratna sebelumnya divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakil PN Jaksel. Vonis itu jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa, yaitu 6 tahun penjara.
Alasan JPU mengajukan banding ialah putusan majelis hakim yang memberikan vonis kurang dari setengah tuntutan JPU dinilai tidak memberikan efek preventif.
JAKSA Penuntut Umum yang menangani terdakwa kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet juga mengajukan banding atas vonis yang diberikan kepada terdakwa karena dianggap ringan.
Padahal, sehari sebelumnya Ratna menyatakan tidak ingin mengajukan banding dan memilih ingin fokus menulis buku serta menikmati sisa di masa tahanan.
POLSEK Kalikajar bersama Tim Resmob Polres Wonosobo berhasil mengamankan seorang Sekretaris Desa (Sekdes) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap sesama perangkat desa.
kasus bullying atau perundungan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah memperpanjang catatan kelam bahwa sekolah belum menjadi ruang yang aman bagi anak.
POLRES Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), menetapkan oknum guru olahraga berinisial YN, 51, sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan siswa di bawah umur.
Kejadian bermula saat tiga tersangka, yakni SPS, RAH dan MR berboncengan mengendarai sepeda motor ugal-ugalan menabrak mobil korban. Korban pun menegur.
DUA kasus penganiayaan terjadi di dua lokasi berbeda wilayah selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat.
Korban terpaksa dilarikan warga ke rumah sakit lantaran menderita luka lebam di bagian pipi kanan serta patah tulang pada pergelangan kaki akibat tindak kekerasan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved