Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MEREDAKAN suhu politik pascapilpres merupakan salah satu poin utama tujuan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, pertemuan itu menyamakan persepsi atas sejumlah permasalahan di antaranya hasil hitung cepat yang diselenggarakan sejumlah lembaga survei independen.
"Pertemuan ini untuk meredakan tensi ketegangan yang ada. Misalnya, urusan quick count kan sudah menjadi tradisi kita dalam demokrasi sejak 2004," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/5).
Hasil hitung cepat yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dipersoalkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno karena tidak sesuai dengan klaim pasangan nomor urut 02 itu.
Baca juga: Jokowi Dinilai Tunjukan Sikap Negarawan Undang AHY
Menurut Pramono, keberadaan hitung cepat hasil pemilu merupakan instrumen yang lazim dipakai negara demokrasi sebagai alat kontrol.
"Sebagai referensi alat bantu yang sebenarnya juga sudah ada. Dulu kan ada kawal pemilu. Nah berbagai instrumen ini menunjukkan demokrasi kita sudah semakin dewasa. Sehingga, pertemuan-pertemuan Presiden dengan mungkin nanti tokoh-tokoh lain dimaknai untuk melihat perspektif yang lebih luas terhadap hal tersebut," imbuh politikus PDI-P itu.
Pramono meminta semua hasil instrumen di pemilu, seperti hitung cepat, real count situng KPU dan Kawal Pemilu bisa dimaknai positif. Sebab, sambung Pramono, tidak tertutup kemungkinan pada pemilu ke depan ada alat ukur menggunakan teknologi yang semakin maju.
Ia melanjutkan, kendati demikian, proses akhir yang akan dipakai ialah penghitungan manual KPU.
"Quick count, real count Situng, Kawal Pemilu hanya sebagai pembanding. Nanti riil yang digunakan dalam perhitungan adalah hitungan KPU secara manual," tandasnya.
Hasil Ijtimak Ulama III menyarankan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi segera mendesak KPU menghentikan real count. Mereka menilai sistem penghitungan tersebut berbahaya karena bisa membentuk opini salah di masyarakat.(OL-5)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
IPK Indonesia 2025 turun ke skor 34. Peneliti Pukat UGM Zaenur Rohman menilai perbaikan penegakan hukum jadi kunci pemberantasan korupsi.
Pakar FH UI Titi Anggraini menyoroti lemahnya transparansi keuangan partai politik Indonesia, menekankan audit eksternal dan pengawasan tegas dibutuhkan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan masalah baru dalam sistem komando dan pengambilan keputusan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved