Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Legislator NasDem Sebut Literasi dan Berpikir Kritis adalah Fondasi Demokrasi Sehat

Rahmatul Fajri
06/2/2026 20:24
Legislator NasDem Sebut Literasi dan Berpikir Kritis adalah Fondasi Demokrasi Sehat
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya.(Dok. Antara)

ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat. Menurutnya, mahasiswa sebagai pilar intelektual muda harus dibekali kecakapan praktis dalam menulis untuk menjembatani ilmu pengetahuan dengan realitas sosial.

Hal tersebut disampaikan Willy saat menerima kunjungan mahasiswa dari Forum Mahasiswa Madura (Formad) Jabodetabek di Ruang Rapat Fraksi NasDem, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

“Kita berdiskusi bagaimana merawat akal sehat, lalu dilanjutkan dengan penguatan soft skill menulis ilmiah dan populer. Harus ada korespondensi antara realitas, ilmu pengetahuan, dan informasi agar tidak terjadi ketimpangan,” ujar Willy.

Legislator dari Dapil Madura ini menjelaskan bahwa kemampuan menulis bukan sekadar pemenuhan tugas akademik seperti skripsi, melainkan sebuah proses berpikir yang harus dilatih secara konsisten. Ia menilai kebiasaan menulis tidak akan terbentuk secara otomatis tanpa ruang praktik yang memadai.

“Menulis itu bukan sekadar mata kuliah. Karena itu, kami melibatkan akademisi dan praktisi agar mahasiswa memiliki kecakapan yang utuh dalam menuangkan gagasan ke ruang publik,” jelasnya.

Benteng Hoaks

Lebih jauh, Willy menekankan pentingnya critical thinking sebagai senjata utama mahasiswa dalam menghadapi maraknya hoaks dan disinformasi. Ia mengibaratkan berpikir kritis layaknya prinsip 5W1H dalam jurnalistik yang menuntut verifikasi berlapis.

“Tidak semua orang terdidik otomatis berpikir kritis. Hari ini hoaks sering kali lebih laku daripada kebenaran. Mahasiswa harus punya keberanian berargumentasi berbasis data, fakta, teori, dan logika. Informasi tidak boleh langsung ditelan bulat-bulat,” tegas Willy.

Politik Bukan Hal yang Menakutkan

Dalam konteks kehidupan bernegara, Willy mengajak mahasiswa untuk tidak apatis dan tidak takut terlibat dalam urusan politik. Ia memastikan bahwa Fraksi NasDem terbuka terhadap segala bentuk aspirasi, termasuk kritik keras sekalipun, sebagai bagian dari konsekuensi jabatan publik.

“Politik itu tidak horor. Biasa saja. Mau menyampaikan kritik, aspirasi, bahkan kemarahan sekalipun, itu hal wajar. Justru kritik yang berbasis data itulah yang membuat demokrasi kita tetap sehat,” pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya