Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERAMPILAN digital menjadi salah satu bekal penting yang perlu dipelajari generasi muda. Salah satunya ialah pemrograman komputer atau yang lebih dikenal dengan istilah coding. Belajar coding bisa dilakukan sejak usia anak-anak. Tentu saja, metodenya disesuaikan dengan tahapan usia mereka yang masih belia.
“Untuk anak-anak, salah satu kuncinya ialah metode pembelajaran yang sederhana, menarik, dan menyenangkan,” ujar Taufiq Wisnu selaku COO Algorithmics Indonesia, beberapa waktu lalu. Algorithmics merupakan sekolah pemrograman internasional untuk anak-anak berusia 5-17 tahun.
Taufiq mencontohkan, di Algorithmics anak-anak diajak mengembangkan beragam keterampilan pemrograman termasuk membuat gim video dan animasi, serta karya seni digital melalui pembelajaran berbasis proyek dan gamification, yaitu memadukan pembelajaran dengan elemen-elemen permainan. Jadi, pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penerapan keterampilan praktis yang dikemas menarik.
Baca juga : Bermain Dukung Pertumbuhan Fisik dan Keterampilan Sosial Anak
“Metode belajar yang disusun tim profesional termasuk psikolog ini dirancang agar anak-anak terbiasa fokus, berpikir kritis dan logis, melakukan presentasi dan perencanaan proyek, bekerja sama dalam tim, serta memiliki problem solving yang bagus,” papar Wisnu.
Untuk mendukung pembelajaran, Algorithmics memiliki platform khusus. Platform ini memungkinkan siswa menyelesaikan tugas dan berinteraksi dengan komunitas belajar secara global. Orang tua juga dapat mengakses platform ini untuk memantau perkembangan anak-anak mereka dan tetap terlibat dalam perjalanan pendidikan mereka.
Platform itu didasarkan pada kurikulum science, technology, engineering, and mathematics (STEM) yang telah digunakan di negara-negara maju dan mencakup lima aspek penting perkembangan anak, yaitu kognitif, motorik, sosial-emosional, bahasa, dan seni. Kelima aspek tersebut merupakan pondasi paling dasar dalam proses belajar di masa mendatang. “Belajar coding di sini akan menstimulasi lima aspek perkembangan anak tersebut,” imbuh Taufiq.
Ia menambahkan, saat ini Algorithmics beroperasi di 97 negara. Di Indonesia, Algorithmics telah membuka cabang di empat kota yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Bandar Lampung. Kehadiran di empat kota itu menjadi bagian dari komitmen Algorithmics dalam menyediakan pendidikan pemrograman berkualitas tinggi bagi anak-anak Indonesia.
“Kami percaya edukasi pemrograman menjadi bekal penting untuk masa depan anak-anak di era serba digital ini. Apapun cita-cita anak, semua yang dipelajari bersama kami akan sangat bermanfaat bagi masa depan mereka,” pungkas Taufiq. (B-1)
Pelajari gerbang logika dasar: AND, OR, NOT. Kuasai logika matematika untuk pemecahan masalah & desain sirkuit digital.
Memulai pemrograman bisa terasa membingungkan, terutama jika Anda benar-benar baru dalam dunia ini. Namun, dengan panduan dan langkah-langkah yang tepat
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
DENSUS 88 Antiteror mengidentifikasi sekitar 70 anak di Indonesia terpapar ideologi kekerasan ekstrem.
TAWA anak-anak perlahan terdengar di sebuah sudut Kecamatan Kuta Blang, Bireuen. Di tengah rumah-rumah yang masih menyisakan jejak bencana. Penyuluh agama Islam adakan trauma healing
Ruang pemulihan yang penuh kehangatan bagi 874 jiwa yang bermukim di Afdeling I Kebun Pulau Tiga, terdiri dari 679 orang dewasa dan 195 anak-anak.
Anak-anak itu tampil percaya diri, berani, dan menyebarkan semangat positif melalui penampilan mereka yang dihiasi senyuman di atas panggung Red Nose
IDAI menjelaskan penyakit yang rentan dialami anak pascabencana di antaranya diare, infeksi saluran pernafasan, dan leptospirosis
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved