Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BUNDA, jangan biarkan anak terlalu lama bermain gawai. Ajaklah ia melakukan permainan yang melibatkan gerakan fisik, seperti berjalan, berlari, atau melompat. Akan lebih baik jika permainan dilakukan bersama teman sebaya di luar ruangan. Sebab, aktivitas tersebut memainkan peran vital dalam tumbuh kembang anak. Tidak hanya mendukung kesehatan fisik, tetapi juga memberikan manfaat psikologis dan sosial yang signifikan.
Mengingat pentingnya peran aktivitas fisik, Ferrero Group mengembangkan program bernama Kinder Joy of Moving (KJOM), sebuah metode inovatif yang dirancang secara ilmiah untuk mendorong anak-anak bergerak melalui permainan sambil mengembangkan keterampilan penting di empat bidang utama. Yaitu, kebugaran fisik, koordinasi motorik, fungsi kognitif dan kreativitas, serta keterampilan hidup.
“Program ini mengalihkan fokus dari performa menjadi kesenangan dan dari kompetisi menjadi kolaborasi. Tujuannya, untuk memastikan bahwa aktivitas fisik menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak,” terang perwakilan tim KJOM, Fabian Heymer, beberapa waktu lalu.
Baca juga : Bermain Bersama Keluarga Bisa Cegah Anak Ketergantungan pada Gawai
Program KJOM dirancang untuk digunakan bersama orangtua di rumah maupun pendidik di sekolah agar mereka dapat menyertai dan membimbing anak-anak dalam beraktivitas fisik. Program tersebut dapat diakses melalui situs www.kinderjoyofmoving.com. Di situs tersebut terdapat materi-materi edukatif terkait aktivitas fisik untuk anak, termasuk beragam inspirasi kegiatan yang dapat dilakukan bersama anak-anak. “Melalui inisiatif ini, orang tua juga dapat terlibat secara tidak langsung dan belajar lebih banyak tentang keseruan bergerak serta manfaatnya,” imbuh Fabian.
Selain itu, program KJOM yang telah diluncurkan di 33 negara diwujudkan dalam berbagai kegiatan bersama anak-anak. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi dengan sejumlah institusi, kementerian, dan asosiasi olahraga. “Di Indonesia kami berkolaborasi antara lain dengan PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) dan klub bulu tangkis PB Jaya Raya untuk mempromosikan aktivitas fisik bagi anak-anak,” terang Fabian.
Bulu tangkis, lanjut Fabian, merupakan olahraga yang populer di Indonesia dan telah menjadi bagian dari identitas nasional. Oleh karena itu, sejumlah elemen bulu tangkis dimasukkan dalam kegiatan yang menyenangkan di acara KJOM. Kegiatan perdana dari kolaborasi tersebut digelar di Hall Bulu Tangkis PB Jaya Raya Bintaro dengan peserta 800 anak, beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PBSI Agung Firman menyampaikan, saat ini teknologi informasi berkembang sangat pesat dengan kecanggihan gawai dan keseruan media sosial. Perkembangan tersebut membawa banyak manfaat, namun ada juga dampak negatifnya, antara lain menyebabkan anak-anak menjadi kurang berinteraksi secara fisik satu sama lain dan kurang berolahraga karena terlalu asyik bermain gawai.
“Oleh karena itu, melalui kegiatan KJOM yang positif ini kami berharap dapat membantu anak-anak untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, berinteraksi secara sosial, dan mengenal lebih dekat teman-temannya. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpotensi membentuk karakter anak," ujarnya. (B-1)
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
DENSUS 88 Antiteror mengidentifikasi sekitar 70 anak di Indonesia terpapar ideologi kekerasan ekstrem.
TAWA anak-anak perlahan terdengar di sebuah sudut Kecamatan Kuta Blang, Bireuen. Di tengah rumah-rumah yang masih menyisakan jejak bencana. Penyuluh agama Islam adakan trauma healing
Ruang pemulihan yang penuh kehangatan bagi 874 jiwa yang bermukim di Afdeling I Kebun Pulau Tiga, terdiri dari 679 orang dewasa dan 195 anak-anak.
Anak-anak itu tampil percaya diri, berani, dan menyebarkan semangat positif melalui penampilan mereka yang dihiasi senyuman di atas panggung Red Nose
IDAI menjelaskan penyakit yang rentan dialami anak pascabencana di antaranya diare, infeksi saluran pernafasan, dan leptospirosis
MENURUT Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989, ada 10 hak dasar anak yang perlu dijamin oleh negara dan masyarakat, salah satunya adalah hak untuk bermain dan berekreasi.
Anak-anak yang belum bisa berkomunikasi dengan baik perlu selalu didampingi saat bermain sendiri maupun bersama teman-temannya.
Sebelum anak dilepas bermain di luar, orangtua diminta memulai dengan pengawasan hingga pemantauan di awal.
Tidak hanya menyenangkan, bermain juga diakui sebagai sarana penting untuk menumbuhkan berbagai keterampilan hidup yang esensial.
Bermain lebih dari sekadar hiburan—ini adalah alat yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang fisik, kognitif, serta sosial-emosional anak.
Bermain game bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang menjelajahi dunia virtual yang penuh detail dan cerita yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved