Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) anggota DPR di setiap fraksi partai politik. Hasilnya, Fraksi Partai Gerindra terendah tingkat kepatuhannya dari sembilan fraksi.
Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan menjelaskan LHKPN menjadi instrumen penting untuk mengetahui anggota legislatif jujur atau tidak. Terlebih sebagian besar anggota legislatif kembali mencalonkan diri untuk menjadi wakil rakyat.
"Momen pemilu momen yang baik, semua maju di-endorse partai masing-masing, KPK melihat instrumen LHKPN sebagai instrumen yang penting," ujar Pahala saat temu wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (8/4).
Baca juga: Ketua DPR Imbau Anggota DPR Laporkan LHKPN
LHKPN juga dinilai dapat menjadi medium untuk melahirkan kader partai yang bersih dari tindak pidana korupsi. Masyarakat dengan bebas dapat mengakses sistem e-LHKPN, untuk menjadi referensi dalam memilih wakil rakyat dalam pesta demokrasi 2019.
"Pada 2019 ini pembersihan kader, kami ingin kader yang baik yang jujur dan bersih. Salah satu indikatornya menyampaikan LHKPN," tutur dia.
Pahala mengapresiasi langkah aktif dari DPR yang berhasil meningkatkan pendaftaran LHKPN. Pada 2018, tingkat kepatuhan 20%, sekarang meningkat menjadi 69,20%.
Berdasarkan data yang dimiliki oleh KPK melalui sistem elhkpn.kpk.go.id pada Senin, 8 April 2019 pukul 08.27 WIB, Fraksi Partai Gerindra menempati posisi kesepuluh dalam tingkat kepatuhan melaporkan LHKPN.
Partai Gerindra mendapatkan persentase kepatuhan 39,13%. Sebanyak 27 orang sudah lapor dari total 69 wajib lapor. Artinya, masih ada 42 orang lagi yang belum melaporkan LHKPN.
Sementara itu, tingkat kepatuhan LHKPN tertinggi diraih oleh Fraksi Partai Nasdem dengan 88,89%. Sebanyak 32 orang telah melapor LHKPN dari total 36 orang.
Posisi kedua diraih oleh Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 81,58%. Sebanyak 31 orang sudah melakukan wajib lapor dari total 38 orang.
Posisi ketiga diraih oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PBB) sebesar 71,74%. Sebanyak 33 orang sudah melakukan wajib lapor dari total 46 orang.
Posisi keempat diraih oleh Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 66,67%. Sebanyak 72 orang sudah melakukan wajib lapor dari total 108 orang.
Posisi kelima diraih oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 66,67%. Sebanyak 26 orang sudah wajib lapor dari total 39 orang.
Kemudian, posisi keenam diduduki oleh Fraksi Partai Golkar dengan 65,12 persen. Sebanyak 56 orang sudah wajib lapor dari total 86 orang.
Lalu posisi ketujuh diduduki oleh Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 60,87 persen tingkat kepatuhan. Sebanyak 28 orang sudah lapor dari total 48 orang wajib lapor.
Posisi kedelapan diduduki oleh Fraksi Partai Demokrat dengan 57,38 persen tingkat kepatuhan. Sebanyak 35 orang sudah lapor dari total 61 orang wajib lapor.
Serta posisi kesembilan diraih Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan 46,67 persen tingkat kepatuhan. Sebanyak tujuh orang sudah lapor dari total 15 orang wajib lapor.
Ketua DPR Bambang Soesatyo diketahui sudah melaporkan harta kekayaan. Namun, ada dua pimpinan DPR belum melaporkan LHKPN. (X-15)
Terjaring OTT KPK, segini total harta kekayaan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari. Intip rincian aset tanah Rp14 M hingga utang jumbo Rp12 M di LHKPN.
Harta Rini Soemarno tercatat sebesar Rp128,9 miliar.
Profil dan harta Yaqut Cholil Qoumas, eks Menag yang jadi tersangka KPK kasus korupsi kuota haji. Simak riwayat dan kekayaannya.
KPK mendalami kepemilikan aset eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang belum tercatat dalam LHKPN. Penelusuran dilakukan terkait dugaan korupsi pengadaan iklan dan kesesuaian laporan
KPK menyampaikan bahwa pihaknya tengah menelusuri sejumlah aset tidak bergerak milik mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) yang diduga belum tercantum dalam LHKPN.
KPK mengusut LHKPN mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK). Diduga ada aset yang tak dilaporkan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB.
Penetapan lima Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026-2031 harus menjadi momentum penguatan kualitas pengawasan sektor jasa keuangan.
KETUA DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa pihaknya saat ini memilih untuk fokus pada urusan kesejahteraan rakyat dan sinergi program pemerintah dibandingkan Pilpres 2029.
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji Indonesia harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang kian memanas.
Komisi XI DPR RI telah menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK, Rabu (11/3).
Anggota Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menyatakan rapat pembahasan pembangunan gerai serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ditunda.
Pada tahun anggaran 2026, IPDN akan mendapatkan penambahan alokasi dana dari APBN melalui bantuan Presiden RI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved