Selasa 05 Maret 2019, 06:25 WIB

Perang Melawan Narkoba semakin Berat

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Perang Melawan Narkoba semakin Berat

Ist

 

BAK petir menyambar di siang bolong. Itulah yang dirasakan partai besut-an Susilo Bambang Yudhoyono saat melihat kadernya yang menjabat Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief, ditangkap polisi karena diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu.

“Kami juga sangat terkejut seperti halilintar di siang bolong,” kata Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, kemarin.

Penangkapan Andi Arief sangat disayangkan sejumlah kalangan. Pasalnya, elite partai politik seha-rusnya berada di garis depan perang melawan narkoba karena penyalahgunaan barang laknat itu merupakan kejahatan luar biasa di Tanah Air, seperti halnya korupsi dan terorisme.

Hal itu disampaikan Sekjen Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Ashar Suryobroto. “Sangat ­disayangkan karena saat ini kondisi tengah darurat narkoba dengan 30 hingga 40 orang meninggal per harinya. Tentu (kasus AA) menjadi contoh yang tidak elok karena dia (Andi Arief) adalah public figure, seorang politikus,” kata Ashar saat dihubungi, tadi malam.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal M Iqbal membenarkan kabar yang beredar bahwa mantan staf khusus presiden era pemerintahan SBY, Andi Arief, ditangkap di Hotel Pe­ninsula, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (3/3), dalam kasus narkoba.

Namun, Iqbal membantah informasi bahwa Andi ditangkap bersama seorang perempuan saat digerebek. Setelah dilakukan tes urine, mantan aktivis mahasiswa itu dinyatakan positif menggunakan sabu.

“Positif mengandung metamphetamine atau jenis narkoba yang biasa disebut sabu,” ungkap iqbal saat jumpa pers di Mabes Polri, ­Jakarta, kemarin.

Pihak kepolisian juga mengungkapkan hingga saat ini belum menemukan bukti-bukti bahwa Andi Arief berkolerasi dengan kelompok atau mafia pengedar narkoba.

“Sampai saat ini diduga kuat saudara AA hanya sebatas pengguna.”
Jika dipastikan tidak terlibat peredaran narkoba, Andi Arief bisa dianggap korban.

“Mungkin direhab karena dia korban,” tukas Iqbal seraya menepis dugaan bahwa Andi Arief dijebak.

Polisi menyita seperangkat alat untuk menggunakan sabu di TKP, tapi  tidak menemukan sabu. Hingga kemarin, status Andi Arief masih terperiksa.

Sense of crisis
Pakar hukum pidana Unversitas Trisakti, Abdul Fickar, mengatakan permasalahan narkoba sudah benar-benar darurat.

“Dulu kebijak­an eksekusi mati para terpidana narkotika oleh Presiden Jokowi mendapat sambutan yang baik, sayang kemudian dihentikan (karena banyak penolakan), dan ini menjadi indikator sence of crisis terhadap narkotika menurun, padahal narkotika akan menghancurkan generasi muda. termasuk politisi muda,” kata Fickar.

Menurutnya, tugas memerangi narkoba ialah tugas bersama, termasuk partai politik. Dia mendukung tindakan represif penegak hukum. “Harus ada penegakan hukum yang tegas dan hukuman yang maksimal,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, tindakan preventif berupa kampanye tentang bahaya narkoba harus terus digalakkan, terutama kepada kalangan milenial.

Sekjen Granat, Ashar Suryobroto, mengharapkan kasus Andi Arief bisa mengungkap keterlibatan pihak lain. Namun, ia tidak setuju bila Andi Arief dianggap korban.

“Dugaan saya, di umur dia saat ini, mungkin tidak lagi menjadi korban. Dengan bukti yang ditemukan polisi, diduga dia pemain lama. Korban yang butuh rehabilitasi itu seperti remaja yang baru atau dipaksa untuk konsumsi,” tukas jenderal purnawirawan bintang satu itu.

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahean menghormati proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian.

“Saat ini kami belum bisa sampaikan apa pun karena kami harus mendalami dulu peristiwanya dan kami harus bertemu Andi Arief,” ujarnya, kemarin. (Ins/X-4)

 

Baca Juga

MI/Susanto

Firli Bahuri: Bahaya Laten Korupsi Harus Diberantas Tuntas

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 17:45 WIB
KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta semua pihak untuk berani bersikap tegas dan mengambil langkah keras terhadap...
Dok. Antara

Anies Akui Sudah Baca Pemberitaan ihwal Upaya Kriminalisasi oleh KPK

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 17:23 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri disebut berkali-kali mendesak satuan tugas penyelidik agar menaikkan status kasus...
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Penghapusan Badan Peradilan Khusus untuk Pilkada Dinilai Membebani MK

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 17:10 WIB
Mita menyoroti kondisi MK yang terdiri dari sembilan orang hakim. Sementara, ratusan daerah yang menyelenggarakan pemilu bakal memboyong...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya