Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Korupsi di Birokrasi

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
28/8/2017 05:05
Korupsi di Birokrasi
(MI)

KPK menangkap kakap di jajaran birokrasi, tepatnya di pusat pemerintahan.

Kakap itu ialah Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono, dengan barang bukti juga kelas kakap, uang senilai Rp18,19 miliar dan empat kartu ATM yang salah satunya bersaldo Rp1,174 miliar.

Sebelumnya tertangkap tangan Sugito, Irjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Ia diduga menyuap auditor BPK agar laporan keuangan anggaran 2016 kementerian itu mendapat opini wajar tanpa pengecualian.

Korupsi yang pertama layak ditengarai untuk memperkaya diri sendiri sang dirjen.

Uang dikeruk diduga antara lain dari anggaran proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Tonny punya harta yang dilaporkan Rp2,7 miliar.

Sekalipun orang berandai-andai 'cuma' segitu yang dilaporkan ke KPK, untuk ukuran kantong pegawai negeri sipil yang semata hidup dari pendapatan yang halal, kiranya jumlah harta itu telah tergolong aduhai.

Bahkan terdengar suara rakyat kebanyakan, sudah punya uang sebanyak itu masih belum puas, masih korupsi sampai tertangkap KPK.

Sebaliknya kasus yang kedua setidaknya di permukaan tiada keinginan sang irjen untuk memperkaya diri sendiri, tapi untuk memperkaya diri orang lain, yaitu aparat BPK.

Suap dilakukan malah demi citra bagus Kementerian Desa PDTT mendapat penilaian wajar tanpa pengecualian dari BPK.

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo membahasakan sang irjen, Sugito, sebagai sosok sederhana. Rumahnya di gang kecil.

Hati kecil menteri semula tidak percaya, "Kalau Pak Irjen terkena masalah ini."

Akan tetapi, apa pun motif dan apa pun tingkat kekayaan serta kehidupan mereka masing-masing, dirjen dan irjen itu sekarang sama-sama menjadi tawanan KPK dan sama-sama menimbulkan keprihatinan bahwa di puncak karier birokrasi pejabat masuk penjara.

Bagi kebanyakan orang, jabatan itu bahkan baru diraih 'mendekati' pensiun.

Memang, jabatan dirjen, irjen, dan sekjen, seyogianya diraih setelah menempuh perjalanan karier yang panjang dengan dedikasi dan kinerja yang mumpuni.

Itu puncak karier dalam jajaran birokrasi. Jabatan di atasnya (menteri) merupakan jabatan politik dan kian langka dari jajaran petinggi birokrasi diangkat presiden menjadi pembantunya di kabinet.

Tonny, misalnya, berkarier di Kementerian Perhubungan sejak 1986, atau 31 tahun, tapi menyedihkan penerima kehormatan Satya Lencana itu mengakhirinya tragis di tangan kekuasaan KPK.

Apa makna semua itu?

Pejabat tinggi birokrasi tertangkap basah korupsi, hemat saya, perlu dibaca sebagai pertanda reformasi birokrasi masih jauh panggang dari api.

Masih jauh, sekalipun cukup lama kabinet punya kementerian dengan nomenklatur yang eksplisit menyebut reformasi birokrasi, yaitu Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Kementerian itu mendefinisikan reformasi birokrasi 'pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan, ketatalaksanaan, dan sumber daya manusia aparatur'.

Ia dilaksanakan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Yang baik itu sudah pasti bersih dari korupsi.

Berdasarkan semua rumusan itu, setidaknya dalam konteks pencegahan korupsi di jajaran birokrasi, kiranya tidak berlebihan mengatakan sesungguhnya reformasi birokrasi gagal.

Tentu ada kambing hitam yang seakan abadi, yaitu gaji yang rendah, yang dipatahkan dengan pesimisme bahwa berapa pun besarnya gaji tidak membuat birokrat berhenti korupsi.

Presiden Jokowi patut kecewa korupsi masih terjadi di jajaran puncak birokrasi di masa pemerintahannya, padahal ia sendiri telah menunjukkan dengan dirinya sendiri sebagai pemimpin yang bersih, hidup sederhana, dan melulu ingin bekerja demi bangsa dan negara.

Anaknya pun memilih menjadi pedagang martabak dan mengecam anak pejabat yang tiada malu meminta proyek.

Rupanya keteladanan kepala pemerintahan saja tidak cukup untuk mewujudkan revolusi mental di jajaran petinggi birokrasi.

Karena itu, baiklah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tidak bermuluk-muluk dengan definisi reformasi birokrasi atau pemerintahan yang baik, tetapi fokus bagaimana agar tidak ada lagi dirjen, irjen, dan sekjen kementerian yang tertangkap basah KPK.

Cukup sejauh itu dulu yang dilakukan sebelum yang di awang-awang melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.