Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
ITULAH tema besar yang diusung untuk peringatan HUT ke-72 kemerdekaan Republik Indonesia. Kita ingin mengajak semua komponen bangsa untuk sama-sama membangun negeri ini. Hanya dengan kebersamaan dan kekompakan kita akan mampu menghadapi semua tantangan. Bukan perkara mudah melakukan kolaborasi di Indonesia. Kita cenderung untuk menempatkan semua hal sebagai kompetisi. Akhirnya kita selalu menempatkan semua masalah antara menang dan kalah.
Sulit sekali menciptakan kemenangan bersama. Padahal banyak sekali yang bisa dikolaborasikan. Ketika kita melakukan kolaborasi justru hasilnya bisa lebih optimal dan manfaatnya dirasakan banyak orang. Sekarang zamannya sistem supply chain. Industri tidak lagi dilakukan sendiri-sendiri. Industri penunjang hadir untuk memasok kebutuhan industri utama.
Sistem produksi just in time memberikan efisiensi luar biasa karena semua bergerak pada irama yang sama sampai produk bisa dipergunakan konsumen. Pada kita sering kali yang muncul sikap ingin menang sendiri. Salah satu contoh di industri karet. Petani karet selalu berupaya untuk mendapatkan hasil yang lebih berat agar pendapatannya lebih besar.
Namun, caranya bukan dengan meningkatkan produktivitas, melainkan memasukkan segala macam ranting, akar, dan batang ke karet produksi mereka. Hasilnya, bukan pendapatan lebih besar yang diterima, malah produk mereka ditolak pembeli. Hampir di semua lini kita menghadapi masalah buruknya kolaborasi. Bahkan antarkementerian pun begitu sulit untuk melakukan koordinasi. Bahkan sering ketika sudah diputuskan Presiden sekalipun, tidak bisa dilaksanakan di tingkat operasional.
Tidak usah jauh-jauh lihat saja 15 paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan pemerintah. Apakah setiap kementerian sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya? Apakah kemudian keinginan untuk menarik investasi, membangun industri, dan menggerakkan ekonomi sudah terjadi? Kita harus berani mengatakan paket kebijakan itu tidak sepenuhnya berjalan di lapangan.
Tidak usah heran apabila industri tidak berkembang seperti yang diharapkan. Dampak dari amnesti pajak belum mengimbas ke sektor riil karena tidak mudah untuk berinvestasi di Indonesia. Keberpihakan kepada industri dalam negeri pun tidak terlihat. Ambil contoh pembangunan pembangkit listrik 35 gigawatt. Seharusnya pemerintah berani mengatakan 50% dari pembangkit itu dikerjakan industri dalam negeri.
Apakah kita bisa? Pasti bisa karena produk PT Boma Bisma Indra dipakai Alsthom, Prancis, untuk 27 pembangkit listrik di Eropa, AS, Afrika, dan Amerika Latin. Mengapa itu tidak terjadi? Bukankah pemerintah sudah menetapkan aturan tentang tingkat komponen dalam negeri? Jawabannya, karena kita sulit melakukan koordinasi, tidak mau berkolaborasi. Kita cenderung hanya memikirkan kepentingan sendiri.
Beberapa hari lalu kita memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Di industri dirgantara kita lihat bagaimana PT Dirgantara Indonesia memperkenalkan CN 219. Kita melihat juga Ilham Habibie memperlihatkan pesawat terbang karyanya, R-80. Kita bangga putra-putra Indonesia mampu menghasilkan karya besar.
Namun, pertanyaannya, apakah kita mendukung pengembangan pesawat tersebut, dan apakah maskapai penerbangan nasional mau memesan pesawat-pesawat tersebut karena pemesanan itu akan mendorong berkembangnya industri dirgantara nasional. Banyak di antara kita yang lebih kagum kepada produksi luar negeri. Kita tidak pernah mau menjadikan produk nasional menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.
Lihat saja produk kapal perang PT PAL dipakai Angkatan Laut Filipina, sebaliknya TNI-AL lebih suka menggunakan kapal buatan Belanda. Sepanjang tidak ada kemauan untuk memberi kesempatan kepada putra-putra Indonesia membuat karya besar, kita tidak akan pernah menjadi bangsa besar.
Presiden Korea Selatan Park Chung-hee ketika pertama membangun negaranya mengatakan tidak pernah ada bangsa yang akan mau memajukan Korea kecuali bangsa Korea sendiri yang melakukannya. Peringatan hari kemerdekaan RI harus menjadi momentum untuk bertanya, Indonesia seperti apa sebenarnya yang kita inginkan. Kerja bersama jangan hanya menjadi slogan, tetapi harus menjadi sikap dan perilaku kita kalau ingin meraih kemajuan.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved