Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
INI mestinya menjadi tahun perkabungan yang teramat dalam bagi parlemen kita. Selama 72 tahun Indonesia merdeka, dua dari tiga pembesar parlemen terlibat korupsi. Tahun ini ketika peringatan kemerdekaan diberi slogan 'Kerja Bersama', mereka justru melakukan 'Korupsi Bersama'. Dengan wajah seperti ini, bagaimana mutu kontrol legislatif terhadap eksekutif?
Ketua Perwakilan Daerah Irman Gusman lima bulan lalu divonis 4,5 tahun penjara karena terbukti menerima suap. Juli lalu giliran Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto menjadi tersangka kasus dugaan megakorupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E), kasus yang bakal menyeret banyak politisi.
Dengan kasus yang menyeret dua pembesar parlemen itu saja, kita sudah bisa menyimpulkan bagaimana wajah bopeng parlemen kita. Ini terbukti, pengenaan rompi warna jingga sebagai tahanan KPK, bahkan vonis penjara, tak memberi pelajaran apa-apa. Korupsi tetap datang silih berganti. Tak sedikit yang mengumbar senyuman, bahkan ketika mereka telah mengenakan rompi sebagai orang rantai.
Karena itu, kita berharap Ketua MPR Zulkifli Hasan menjadi benteng terakhir parlemen akan laku korupsi. Jika benteng ini jebol juga, habislah parlemen kita. Atas status Setya, wajar jika publik khawatir ia menjadi pembaca teks proklamasi seperti pada galibnya peringatan kemerdekaan di Istana Merdeka. Kegundahan itu telah dijawab istana, Setya yang juga Ketua Umum Partai Golkar tak diundang untuk membacakan teks proklamasi yang teramat sakral bagi bangsa ini.
Setya telah membaca teks proklamasi pada peringatan kemerdekaan tahun lalu, kini giliran Ketua MPR. Selama ini ada banyak kasus yang dilekatkan pada Setya, tetapi ia selalu bebas. Banyak pihak menyebut ia politikus paling licin. Namun, agaknya, kali ini ia sulit mengelak akan dugaan keterlibatan megaskandal proyek KTP-E.
Jika terbukti, inilah persekongkolan paling jahat antara legislatif dan eksekutif karena melibatkan dana teramat besar, yakni senilai Rp5,9 triliun dengan dugaan uang yang digelapkan sebesar Rp2,14 triliun. Yang membuat kasus ini kian jadi tanda tanya ialah saksi kunci yang disebut-sebut paling tahu tentang dugaan skandal KTP-E, Johannes Marliem, meninggal di kawasan mewah Baverly Grove, Hollywood bagian barat, Amerika Serikat.
Kabarnya pria yang telah menjadi warga negara AS itu menyimpan rekaman 500 gigabita data skandal yang menghebohkan itu. Johannes ialah Direktur Biomorf Lone LLC, perusahaan penyedia layanan teknologi biometrik yang terkait dengan proyek pengadaan KTP-E. Johannes disebut 25 kali oleh jaksa KPK saat tuntutan untuk terdakwa Irman dan Sugiharto, dalam kasus korupsi KTP-E.
Meninggalnya lelaki itu Jumat lalu jelas mengundang kecurigaan. Adakah ia sengaja dibunuh? Kematian itu berbarengan dengan ramainya pengusutan perkara KTP-E yang menyeret berbagai pejabat negara dan anggota dewan. KPK telah pula meneguhkan sikapnya, tak akan goyah mengusut kasus busuk itu. Kasus Setya, terlebih lagi jika nanti dalam persidangan terbukti, memang kian 'menyempurnakan' kejahatan korupsi yang melibatkan politikus di Senayan.
Sedikitnya sejak 2004, 70 anggota DPR telah diproses hukum karena korupsi. Jika digabung dengan anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, jumlahnya pastilah jauh lebih gemuk lagi. Dengan laku korup anggota parlemen kita, wajar jika DPR dan partai politik menjadi institusi berapor merah selama bertahun-tahun.
Dengan kasus Irman Gusman dan Setya Novanto, menjadi kian sulit memulihkan citra parlemen yang kotor itu, kecuali ada upaya-upaya luar biasa. Inilah parlemen hasil Pemilu 2014 yang disebut-sebut sebagai pemilu paling brutal. Dengan wajah buram itu, para anggota parlemen mestinya menjadi pihak yang berada di garda depan melakukan introspeksi diri.
Dengan kepercayaan publik yang amat rendah, mereka seperti bagian terpisah dengan fakta-fakta tercela itu. Mereka seperti tak melakukan upaya apa pun untuk menjawab berbagai kritik publik. Upayanya yang tak kenal lelah mengajukan anggaran untuk membangun fasilitas di kawasan Senayan seperti apartemen, museum, perpustakaan, dan ruang berunjuk rasa menunjukkan mereka miskin kepekaan.
Berkali-kali mereka ajukan proyek itu, tetapi berkali-kali pula publik menolak. Publik yang memilih mereka, publik pula yang menolaknya. Inilah peringatan kemerdekaan paling buram bagi parlemen kita. Agustus ini mestinya merekalah yang paling depan melakukan 'pertobatan diri'.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved