Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Panggung Jokowi

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
11/7/2017 05:31
Panggung Jokowi
(AFP PHOTO / Tobias SCHWARZ)

KONFERENSI Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Hamburg, Jerman, telah usai. Meski disambut demonstrasi besar-besaran, perhelatan dua hari (7-8 Juli) itu kian menambah ukiran prestasi sang sahibulbait, Konselir Angela Dorothea Merkel. Ketua Partai Persatuan Demokrat Kristen yang menjadi kanselir Jerman sejak 2005 itu kini menjadi pemimpin perempuan paling disegani karena akomodasinya soal pengungsi asal Timur Tengah yang membanjiri Eropa.

Bagi para pemimpin yang hadir, KTT G-20 juga panggung yang penting. Menurut para analis, ada empat pemimpin yang paling ditunggu: Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Namun, Presiden Joko Widodo yang tampil mengenakan stelan jas biru tua dan dasi merah menyala juga menjadi magnet.

Sebelum ke Hamburg, Jokowi melawat ke Turki dan keakraban kedua presiden itu ditunjukkan lewat video blog Jokowi. Meski Erdogan tak serileks Jokowi, gambar hidup kedua pemimpin itu menunjukkan kedekatan. Keduanya seperti sahabat yang saling memendam rindu. Saya mengikuti lawatan Presiden Jokowi awalnya lewat akun Twitter Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang secara berkala mengunggah berbagai aktivitas Jokowi, mulai tiba di Turki, disambut hangat Erdogan, pertemuan dengan Imam Besar Masjid Kocatepe Camii, hingga mendarat di Jerman.

Pramono membagikan gambar Jokowi ketika bersama PM Australia Malcolm Turnbull yang dari jendela hotel melihat para demonstran mengamuk. Ada juga foto Jokowi diapit PM Kanada Justin Trudeau yang berkaus kaki merah dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, berbincang hangat dengan Donald Trump, dan dengan PM India Narendra Modi. Yang paling menarik foto di sela-sela KTT, ketika Presiden Jokowi diapit dua perempuan hebat Angela Merkel dan Pemimpin IMF Christine Lagarde. Dari berbagai tayangan, Jokowi memang banyak dimintai foto bersama, termasuk Trump yang mencoleknya secara khusus.

Dengan sigap, Menteri Keuangan Sri Mulyani pun mengarahkan kameranya ke arah dua pemimpin itu. Dalam sesi foto para pemimpin G-20, Presiden Jokowi juga berdiri di barisan terdepan sederet dengan Trump, Macron, Merkel, Putin, Erdogan, dan Xi Jinping. Foto-foto cukup menjelaskan posisi Jokowi. Jokowi juga menjadi salah satu pembicara utama (lead speaker). Ia bicara soal penanggulangan terorisme.

Ia pun mengungkapkan program deradikalisasi di Indonesia cukup bisa mengurangi tindak terorisme. “Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, juga berperan penting dalam menyebarkan perdamaian dan ajaran Islam yang toleran,” ujar Jokowi. Ia pun meminta G-20 yang menguasai 75% ekonomi dunia menjadi kekuatan pendorong untuk mencari solusi atas ketidakadilan dengan cara membangun ekonomi yang inklusif.

Sesungguhnya, saya semula agak terganggu oleh Presiden Jokowi yang melawat ke Barat dengan membawa semua anak, menantu, dan cucu. Secara protokoler bisa jadi tak masalah dan pihak istana juga menjelaskan keluarga Jokowi menggunakan uang pribadi, tetapi secara kepantasan bisa dipertanyakan. Para musuh politiknya tentu melihat ini sebagai sasaran empuk untuk ‘dimainkan’. Mestinya Jokowi mempunyai kepekaan akan hal-hal seperti ini.

Namun, pembawaan Jokowi yang cair, percaya diri, dan sambutan hangat para pemimpin dunia menjadi obat penawar rasa gusar. Kita tahu perhelatan internasional seperti KTT G-20 ialah panggung bagi para pemimpin. Rakyat dari setiap pemimpin yang hadir bisa jadi ada yang serius ingin tahu. Apakah dengan biaya negara yang mahal para pemimpin sekadar hadir atau bisa menjadi kebanggaan negerinya.

Saya kira, dengan gayanya, Jokowi salah satu pemimpin yang membuat KTT G-20 menjadi tak kaku. Presiden Donald Trump memang yang paling banyak jadi sorotan. Terlebih setelah insiden Ivanka, putri Trump, yang juga penasihat sang ayah, yang duduk di kursi Donald Trump ketika tengah keluar ruangan. Ahli sejarah Anne Applebaumpun meradang di Twitter. “Keha­diran sosialita yang tidak terpilih, tidak berkualitas, dan tidak siap bukanlah representasi yang bagus bagi Amerika Serikat,” cicitnya dengan tajam.

Kicauan akun Twitter Trump yang menulis caption pertemuan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo, tetapi foto yang diunggah saat ia bertemu PM Singapura Lee Hsien Loong, juga ramai mendapat sorotan tajam. Karena itu, saat melihat kehadiran Presiden Jokowi di KTT G-20, bolehlah kita memberi apresiasi. Dalam sebuah pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Jerman, ia mengingatkan betapa Indonesia ialah negara besar, tak selayaknya menjadi penonton.

Kehadiran Jokowi yang menonjol di KTT G-20 ialah representasi dari negara yang tak boleh dipandang sebelah mata itu. Ini penting untuk membangkitkan semangat kita yang kerap melisut menghadapi rupa-rupa peristiwa global ini.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.