Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SIAPA yang punya pemuda, mereka yang mempunyai masa depan. Pepatah Belanda itu mengingatkan seluruh bangsa di dunia pentingnya mempersiapkan generasi muda. Ketika kita memiliki generasi muda berkualitas, masa depan itu akan semakin cerah. Tidak ada satu pun bangsa di dunia yang tidak berupaya menciptakan kesejahteraan untuk rakyatnya. Cita-cita semua bangsa merdeka ialah menciptakan kehidupan ekonomi yang lebih baik bagi bangsanya.
Dalam perjalanannya, kita melihat berbagai macam revolusi yang terjadi di dunia. Mulai revolusi hijau yang mengubah manusia dari nomaden menjadi menetap hingga revolusi industri yang ditandai dengan dihasilkannya mesin uap. Sekarang revolusi itu bahkan sudah sampai ke bidang teknologi informasi dan ekonomi kreatif. Ke depan orang sedang bersiap-siap memasuki tahapan baru yang disebut dengan industri 4.0.
Diperkirakan, pada 2060, para ahli teknologi akan bisa menciptakan robot yang kemampuannya sama dengan manusia. Pada saat itu, semua pekerjaan akan diambil alih oleh robot. Mengapa kemajuan manusia begitu luar biasa? Karena berbagai revolusi yang terjadi menciptakan transformasi besar. Yang paling terasa ialah terciptanya etos kerja dan disiplin.
Itulah yang kemudian mendorong orang untuk berkarya menghasilkan produk. Bahkan produk itu dikembangkan menjadi produk-produk yang bernilai tambah lebih tinggi lagi. Semua itu bisa dilakukan karena semua bangsa berkonsentrasi kepada pendidikan. Setiap bidang ilmu dicoba untuk dikuasai. Perpaduan berbagai bidang ilmu itu yang dipakai negara untuk mencapai cita-cita kemerdekaan.
Tidak terkecuali hal itu juga dilakukan Indonesia. Setelah kemerdekaan, Presiden Soekarno sangat sadar, untuk mengatasi ketertinggalan dari bangsa lain, putra-putra Indonesia harus mendapatkan pendidikan yang baik. Melalui diplomasi tingkat tinggi, Bung Karno bisa mendapatkan beasiswa untuk ribuan putra Indonesia. Mereka dikirim belajar ke Amerika Serikat dan Eropa Timur untuk berbagai disiplin ilmu mulai pertanian, sosial, hingga teknik.
Sayang setelah pergolakan politik 1965, banyak anak Indonesia terutama yang belajar di Eropa Timur tidak bisa kembali ke Indonesia. Padahal, mereka banyak yang menguasai bidang metalurgi dan akhirnya menjadi ahli di negara baru. Pengiriman putra-putra Indonesia untuk belajar ke luar negeri dilakukan lagi zaman BJ Habibie menjadi menteri riset dan teknologi.
Secara spesifik ketika itu anak-anak Indonesia dikirim untuk mempelajari bidang aeronautika sebagai persiapan Indonesia tinggal landas. Sayang krisis multidimensi 1998 membuat Dana Moneter Internasional menyarankan kita untuk membekukan pendanaan bagi PT Dirgantara Indonesia dan putra-putra Indonesia itu akhirnya bekerja di Eropa. Sekarang ini dengan 20% dana anggaran pendapatan dan belanja negara untuk pendidikan, kemampuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia tentunya semakin besar.
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan memberikan beasiswa untuk ribuan anak Indonesia untuk bisa mengecap pendidikan lebih tinggi.
Sayang arah pendidikan yang kita lakukan sekarang tidak lebih terarah seperti zaman Bung Karno dulu. Pendidikan yang kita tempuh tidak sejalan dengan arah pembangunan yang hendak kita tempuh.
Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies Phillip Vermonte pernah mengatakan, dari sekitar 6.000 doktor yang ada di Indonesia, kebanyakan untuk bidang hukum dan agama. Tantangan terberat kita dalam bidang pendidikan bukan terletak pada anggaran, melainkan penggunaannya. Kita tidak punya strategi pendidikan jangka panjang yang disesuaikan dengan tantangan zaman satu generasi ke depan.
Tidak usah heran apabila kebijakan yang dikeluarkan bukan hanya tidak menyentuh persoalan utama bangsa ini, tetapi juga menimbulkan kontroversi. Terakhir, misalnya, kebijakan sekolah 8 jam yang akhirnya harus dianulir Presiden. Oleh karena tujuan kemerdekaan ialah untuk menciptakan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, pendidikan harus diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang bisa memberi kontribusi kepada kemajuan ekonomi.
Kita tahu yang bisa mendorong pertumbuhan ialah industri manufaktur dan industri kreatif. Untuk itu, pendidikan harus fokus kepada peningkatan keterampilan serta penguasaan sains dan teknologi. Para pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi harus duduk bersama dengan pejabat Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, serta Kementerian Ketenagakerjaan agar kerja keras kita menuju kepada arah yang sama.
Yakni, bagaimana bangsa ini bisa naik kelas menjadi negara maju. Kita masih jauh menuju tahapan masyarakat industri 4.0. Kita masih harus berjuang membangun etos kerja dan disiplin. Hanya dengan pendidikan yang terarah dan benar, kita akan mencapai cita-cita Indonesia yang maju.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved