Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
QATAR kini tengah menghitung hari. Negeri kecil tapi kaya-raya itu tengah dikeroyok beberapa negara tetangga dan sesama saudara (Islam). Motornya ialah Arab Saudi. Apakah krisis diplomatik akan segera dipulihkan atau bahkan meningkat menjadi konflik bersenjata? Dunia menunggu dengan spekulasi dan kecemasan masing-masing. Prasangka itulah penyebabnya sehingga Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir lalu disusul beberapa negara lain langsung menjatuhkan ‘talak diplomatik’.
Mereka juga menutup seluruh perbatasan darat, laut, dan udara dengan Qatar. Karena posisinya di tengah, negeri ini memang tengah diisolasi. Kita bisa bayangkan, Qatar bisa jadi akan kolaps. Iran-lah yang kemudian jadi dewa penolong, juga Turki. Sudah pasti tensi akan kian meninggi. Bukankah Iran dan Arab Saudi tak pernah ‘satu hati’? Resiprokal klaim dan tuduhan pun tak bisa dihindari.
Arab Saudi dan kelompoknya menuduh Qatar mendanai ekstremisme dan terorisme. Arab juga menuduh Qatar menggunakan media untuk menghasut. Tentu saja negeri itu menampiknya. Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani menegaskan negerinya ramai-ramai dimusuhi karena alasan politis.
“Kami diisolasi karena kami sukses dan progresif. Kami adalah platform untuk perdamaian dan, bukan terorisme.
Perselisihan ini mengancam stabilitas seluruh kawasan,” kata Sheikh Mohammed seraya menambahkan bagaimanapun konflik harus diselesaikan dengan damai.
Sumber tuduhan itu berasal dari Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani yang kontroversial, bahwa “Tidak ada alasan permusuhan Saudi terhadap Iran, dan hubungan Doha dengan Israel baik.”
Komentar itu rupanya bukan berasal dari Syeikh Tamin, melainkan dari para peretas yang berhasil membajak kantor berita Qatar. Ia bertekad akan mengadilinya. Namun, media Saudi terus memainkan isu itu. Sheikh Mohammed merasa ‘kampanye media’ tengah menyerang negerinya. Jerman pun menuduh AS biang keroknya sebab isolasi itu terjadi setelah beberapa pekan Presiden Donald Trump berkunjung ke Arab Saudi dan meminta negara-negara muslim bersatu memerangi ‘ekstremisme’.
Trump mendukung tindakan Arab Saudi dan sekutunya terhadap Qatar. Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel menegaskan apa yang dimainkan Trump dampaknya amat berbahaya. Masuk akal jika Qatar menjadi target. Ini negeri unik. Luasnya hanya 11.571 km2. Jumlah penduduknya 2,6 juta jiwa. Namun, hanya 313 ribu orang yang merupakan warga negara Qatar, mayoritas justru ekspatriat, termasuk para pekerja Indonesia yang berjumlah 43 ribu orang.
Qatar jelas negeri Teluk paling moncer bisnis dan ekonominya. Wajar jika jadi ‘surga’ bagi para tenaga kerja asing. Doha, ibu kota Qatar, ialah kota internasional tempat rupa-rupa pertemuan penting dunia digelar. Negeri ini pula yang akan menggelar Piala Dunia 2022, negeri Arab pertama yang menjadi tuan rumah pesta sepak bola terbesar di kolong langit ini. Kemajuan negeri monarki konstitusional yang dipimpin keluarga Al-Thani ini memang mencengangkan.
Dari beberapa laporan lembaga keuangan dunia, pendapatan per kapita penduduk Qatar pada 2016 ialah US$129.726 (setara Rp1,7 miliar per tahun atau sekitar Rp142 juta per bulan). Bandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya US$54.630. Wajarlah jika Qatar menggratiskan biaya pendidikan (semua jenjang), kesehatan, air, dan listrik. Qatar, selain mendapat berkah dari gas alam cair, juga mengembangkan bisnis di banyak negara seperti di Inggris, Amerika Serikat, dan Prancis.
Bidangnya pun beraneka macam, dari keuangan, properti, hingga olahraga. Qatar antara lain memiliki saham Shard di London, salah satu gedung tertinggi di Eropa dan toko serbaada Harrods. Blok apartemen mewah di Hyde Park dan sebagian kawasan keuangan di Canary Wharf juga milik negeri kecil ini. Doha juga menjadi markas jaringan televisi Al Jazeera yang mendunia dengan 3.000 karyawan dan wartawan di seluruh dunia.
Ia punya jasa besar mempromosikan Qatar. Namun, televisi ini juga mungkin tengah menunggu nasib. Ada sepekulasi jika perundingan dengan Qatar dilakukan, Arab Saudi dan sekutunya bisa jadi akan meminta Al Jazeera sebagai syarat, bisa jadi minta dilikuidasi. Bisa jadi, Qatar akan dipereteli satu per satu agar tidak menjadi nomor satu di jazirah Arab. Ini akan menguatkan bukti betapa negara-negara Arab memang sulit bersatu. Mereka rentan diadu (domba).
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved