Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Badan Pelaku Korupsi (BPK)

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
29/5/2017 05:00
Badan Pelaku Korupsi (BPK)
(ANTARA/Sigid Kurniawan)

BPK sebaiknya dicandrakan sebagai badan pelaku korupsi, bukan lagi Badan Pemeriksa Keuangan, seperti termaktub dalam konstitusi.

Pelesetan itu lebih pantas disematkan di dada BPK setelah auditor mereka tertangkap basah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bila auditor BPK korupsi, bisa disogok, bisa dibeli, dan sok suci bersih, siapa lagi yang patut dipercaya sebagai auditor pemeriksa keuangan negara?

Pertanyaan itu sangat menghunjam kedudukan hukum.

Jaksa Agung, misalnya, mendasarkan ada tidaknya kerugian negara berkat temuan BPK. Itulah temuan yang selama ini dipandang secara jujur dan benar.

Sekarang publik harus meragukan temuan BPK karena ternyata mereka juga badan pelaku korupsi.

Tentu ada yang protes, meragukan kredibilitas dan kebersihan semua auditor BPK--sekali lagi semua--merupakan generalisasi yang tidak benar.

Alasan yang lazim terdengar, tidak semua auditor BPK nyolongan.

Pertanyaannya, siapakah auditor yang bersih, berintegritas itu? Lakukanlah pembuktian terbalik.

Pertama, ambillah inisiatif untuk melaporkan semua kekayaan kepada KPK. Tunjukkan asal usul kekayaanmu.

Kedua, ambillah inisiatif untuk menyatakannya secara tertutup kepada KPK bila pernah menolak adanya upaya penyelenggara institusi yang mencoba menyuap dirinya agar memberikan hasil pemeriksaan predikat WTP kepada institusi tersebut.

Faktanya, institusi itu tidak patut mendapat predikat WTP. Namun, nyatanya, itulah yang terjadi.

Secara tertutup kepada KPK agar di satu pihak auditor yang jujur, berintegritas itu leluasa melaporkan kepada KPK semua kebobrokan yang diketahuinya terjadi di BPK.

Di lain pihak, KPK pun dapat melakukan operasi senyap untuk membongkar semua kebusukan auditor BPK.

Bila tidak ada auditor BPK yang berani berinisiatif melakukan dua perkara tersebut, sepatutnyalah diterima generalisasi semua auditor BPK berengsek.

Bahwa BPK pun sarang penyamun.

Bahwa yang terjadi bukan lagi nila setitik, melainkan memang nilanya sebelanga.

Tak ada lagi susu di situ.

Terus terang saya menjadi syak wasangka terhadap apa pun predikat hasil pemeriksaan auditor yang tertangkap basah itu.

Bukan hanya terhadap hasil pemeriksaan berpredikat WTP, melainkan juga bila ada penilaian terburuk bahwa ada kerugian negara.

Hasil pemeriksaan auditor yang tertangkap basah itu seyogianya diperiksa ulang.

Jika WTP diberikan gara-gara disogok, maaf, sebaliknya, tidakkah penilaian adanya kerugian negara itu dilakukan gara-gara tidak disuap?

BPK jelas perlu diaudit. Auditornya perlu diaudit.

Apakah mereka masih layak menyandang predikat auditor, atau malah sesungguhnya koruptor itu sendiri?

Untuk sementara waktu, sebaiknya BPK 'istirahat' dulu dari tugas negara dalam mengaudit keuangan negara.

Bersih-bersih dulu di dalam tubuh sendiri sebelum meneruskan kepercayaan konstitusi untuk memeriksa dan memberikan penilaian ihwal kebersihan diri pihak lain.

Semua itu diekspresikan karena kekecewaan yang superberat kepada BPK, tetapi tidak elok untuk mengatakan bagaimana kalau selama BPK 'diistirahatkan', negara menyewa auditor swasta tepercaya untuk memeriksa keuangan negara.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.