Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Jalan Sutra

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
24/5/2017 05:31
Jalan Sutra
(Wikipedia)

SEJARAH kehidupan manusia diwarnai dengan berbagai petualangan. Manusia tidak mau dibatasi oleh waktu dan tempat. Ia selalu berupaya untuk berjalan guna memperkaya perjalanan hidupnya. Salah satu budaya yang kemudian diciptakan adalah perdagangan. Pada mulanya perdagangan dilakukan dengan barter. Barang milik satu orang dipertukarkan dengan barang orang lain.

Sejak awal manusia saling menyadari tidaklah mungkin mereka hidup sendirian dan memenuhi kebutuhannya sendiri. Setiap manusia ada kekurangannya, tetapi juga memiliki kelebihannya. Bangsa Tionghoa merupakan salah satu bangsa yang luas pengembaraannya. Sejak zaman Dinasti Han, mereka sudah bepergian jauh dari kampung halaman baik dengan menaklukkan daratan maupun lautan.

Mereka membawa sutra yang banyak dihasilkan di daerahnya untuk ditukar dengan barang yang dimiliki bangsa lain. Perjalanan yang mereka lalui mencapai ribuan kilometer. Bahkan mereka tidak hanya berjalan satu kali, tetapi berkali-kali. Lintasan jalan yang mereka lalui itu kemudian dinamai sebagai jalur sutra. Cerita sejarah yang membawa kebesaran Tiongkok itu kini ingin dihidupkan kembali oleh Presiden Xi Jinping.

Ia mengundang 27 pemimpin negara untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Jalan Sutra di Beijing pada 14-15 Mei. Xi Jinping menegaskan kembali keinginan lama Tiongkok untuk membangun jalur kereta ke arah utara, barat, dan selatan. Tiongkok siap menyediakan anggaran pembangunan untuk membangun infrastruktur yang bisa mempersatukan seluruh kawasan.

Dengan industri yang berkembang dan maju, Tiongkok membutuhkan pasar yang lebih besar. Kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat terus diupayakan Presiden Xi. Namun, Tiongkok sadar, perdagangan ke timur lebih berisiko karena banyak hambatan tarif dan nontarif yang harus dihadapi, apalagi di era kepemimpinan Presiden Donald Trump yang cenderung proteksionistis.

Perdagangan ke bagian barat baik itu dengan Rusia hingga Yunani, Timur Tengah, Asia Selatan, ataupun Asia Tenggara jauh lebih prospektif. Apalagi masa depan itu akan ada di kawasan tersebut. Selain pasar yang jauh lebih besar, daya belinya pada jangka panjang akan lebih tinggi. Inisiatif untuk membangun jalan sutra perlu dilakukan sekarang karena perekonomian Tiongkok sedang kuat-kuatnya.

Pembangunan jalan kereta atau jalur pipa untuk minyak membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Pada saatnya nanti ketika infrastruktur sudah terbentang, Tiongkok akan bisa memanfaatkannya baik untuk memasarkan produk industri mereka ataupun mengimpor bahan baku untuk industri. Ambisi Tiongkok memang luar biasa besar. Kereta api yang akan dibangun ke Asia Tenggara saja akan melewati Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja, Malaysia, dan Singapura.

Kalau Indonesia mau bahkan akan dibangun jembatan atau terowongan melewati Selat Malaka agar jalan bisa sampai ke Sumatra dan kalau diperkenankan bisa sampai Pulau Jawa. Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tawaran itu sudah ditolak karena khawatir produk Tiongkok akan semakin membanjiri pasar Indonesia. Apalagi ketika industrialisasi di Indonesia masih mengalami keterpurukan seperti sekarang, bisa-bisa bahan baku Indonesia akan habis disedot Tiongkok dan sebaliknya produk-produk industri Tiongkok menguasai pasar kita.

Sekarang ini keberatan atas inisiatif Presiden Xi datang dari India. Mereka menjadi satu-satunya negara yang menolak hadir pada KTT di Beijing. Pemerintah Modi menuduh Tiongkok mengancam kedaulatan India. Kesepakatan kerja sama yang dilakukan Tiongkok dengan Pakistan membuat India bisa kehilangan klaim atas wilayah Kashmir yang masih menjadi sengketa.

Kita belum tahu perhitungan untung-rugi yang dilakukan pemerintah atas rencana pembangunan jalan sutra ini. DPR tentunya bisa menggunakan hak bertanya untuk mengetahui secara lebih detail tentang hasil KTT Jalan Sutra dan kesepakatan yang diambil pemerintah. Persoalan ini perlu dibuat lebih jelas agar tidak ada prasangka yang muncul. Apalagi kalau kelak kemudian ada dampak yang harus ditanggung masyarakat.

Yang pasti kita perlu segera memperkuat kemampuan dalam negeri agar kita tidak sekadar menjadi pasar. Tiongkok pasti akan terus jalan dengan semua rencana ini. Jalur kereta akan menjadi alat transportasi yang ampuh karena bisa membawa barang dalam jumlah yang besar tanpa berhenti, jauh lebih efektif daripada kuda yang dulu dipergunakan di zaman Dinasti Han.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.