Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Aroma Pilpres

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
22/5/2017 05:00
Aroma Pilpres
(ANTARA/Puspa Perwitasari)

SENYATANYA, aroma pilpres telah tecium semerbak, sekalipun ada yang merasa masih kepagian.

Sesungguhnya, dua tahun bukan waktu yang jauh di depan sana.

Jokowi sudah pasti dicalonkan kembali oleh Partai NasDem.

Ketua umum Surya Paloh, terang benderang berkali-kali, dalam berbagai kesempatan, mencanangkan hal itu.

Surya Paloh membahasakannya, kegagalan Presiden Jokowi ialah kegagalan NasDem.

Keberhasilan Jokowi, keberhasilan NasDem.

"NasDem berada di sentral kebijakan pemerintahan Jokowi," ujarnya, kala membuka Rakorsus Partai NasDem di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, kemarin.

Sejauh ini partai pendukung Jokowi pun bertambah.

Partai Golkar yang semula berseberangan dalam Pilpres 2014 telah berpindah haluan dan bakal mengusung Jokowi.

Buktinya, Kantor Golkar di berbagai penjuru terang-terangan memajang gambar Jokowi, dalam ukuran besar.

Turut dalam kekuasaan merupakan DNA Golkar.

Itu genetis.

Partai itu tidak 'terlatih' dan tidak 'betah' menjadi oposisi.

Menjadi penonton partai lain berkuasa membuat Golkar antara 'sakit gigi' dan 'sakit perut'.

Kesehatannya terpelihara bila berkuasa.

Di kawasan Sanur, Bali, PDIP diberitakan tengah menyusun strategi pemenangan pemilu.

Karena Pileg dan Pilpres 2019 diselenggarakan serentak, kiranya juga menjadi keniscayaan bagi PDIP, selain mempersiapkan strategi pemenangan pileg, juga pemenangan pilpres.

Pertanyaannya, siapakah yang menjadi pesaing Jokowi?

Jawaban yang telah tampak ialah Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Apakah Prabowo serius mempertimbangkan hal itu?

Demikian pertanyaan koran The Sydney Morning Herald dalam wawancara khusus dengan Prabowo setelah Pilkada Jakarta yang diterbitkan pada Senin, 8 Mei 2017.

Apa jawab Prabowo? "I think so, yeah."

Prabowo menyebut Donald Trump menjadi Presiden AS dalam usia 70.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada umur 71.

Prabowo lahir 17 Oktober 1951.

Itu berarti pada Pemilu 2019, ia baru menjelang 68.

Lebih muda daripada Trump maupun Duterte, sekalipun jelas lebih tua hampir 10 tahun 4 bulan daripada Jokowi yang lahir 21 Juni 1961.

Prabowo bilang ia menjaga opsinya menjadi presiden tetap terbuka.

Politik seni kemungkinan.

Dalam usia 66 nanti, katanya, ia tidak merasa tua.

"I'm still capable of fighting."

Persaingan Pilpres 2019 ditengarai tidak linear, apalagi sama persis dengan kompetisi Pilpres 2014, sekalipun Prabowo kembali dicalonkan.

Faktor keserentakan pileg dan pilpres, berpengaruh.

Sampai hari ini belum ada kepastian perihal syarat ambang batas partai dapat mengusung calon presiden, karena undang-undangnya masih dalam pembahasan.

Bilapun dipertahankan 20% kursi di DPR, yaitu menggunakan perolehan Pemilu 2014, kemungkinan hal itu dibawa ke Mahkamah Konstitusi.

Hasilnya? Suka-suka MK, termasuk memutuskan 0%.

Bila yang terakhir itu yang terjadi, ramailah orang yang bernafsu menjadi capres, sekalipun sesungguhnya tidak memiliki basis dukungan riil di tingkat warga.

Yang patut dan perlu dipertimbangkan, Partai Demokrat bergairah membangun koalisinya sendiri. SBY menyemarakkan Pilpres 2019 dengan mengusung nama 'lain' bersaing dengan Jokowi dan Prabowo.

Sejujurnya harus dikatakan, belum tiga tahun menjadi Presiden RI, Jokowi telah menunjukkan dirinya pemimpin yang kuat (strong leader) dan berhasil. Daftar keberhasilannya panjang.

Seorang rekan memposting 47 bukti kesuksesan Jokowi.

Di antaranya, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta yang cantik, yang bisa mengangkut 25 juta penumpang per tahun.

Contoh lain, setelah 71 tahun merdeka, baru di era Jokowi, SPBU dibangun di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Harga premium yang semula Rp50 ribu, anjlok drastis menjadi Rp6.500 per liter.

Keberhasilan yang belum dicantumkan ialah yang paling mutakhir.

Standard and Poor's (S&P) menaikkan peringkat Indonesia dari BB+ menjadi BBB-, dan berprospek stabil.

Dengan kenaikan itu, Indonesia masuk kelompok investment grade, peringkat tertinggi pertama yang diberikan S&P kepada Indonesia.

Yang penting disebut sikap tegas Jokowi.

Presiden tidak ragu menggebuk organisasi yang jelas-jelas keluar dari konstitusi.

Gebuk? "Ya, gebuk. Masa jewer. Nanti dibilang ragu-ragu," kata Jokowi.

Hemat saya, Pak Harto yang dipilih MPR saja berani menggebuk, apalagi Jokowi yang dipilih langsung oleh rakyat.

"Sejak saya dilantik, pegangan saya ialah konstitusi," tegas Jokowi.

Aroma pilpres telah tercium semerbak.

Tapi, dinamika itu tidak dibarengi dengan ketangkasan pembuat undang-undang.

Basah mandi sekalian, terlanjur lelet, buatlah undang-undang pemilu yang umurnya panjang sekalian, terpakai sedikitnya lima pemilu (25 tahun).

Malulah, sudah lelet output-nya, pendek pula usianya.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.