Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Macron

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
10/5/2017 05:31
Macron
(AFP PHOTO / Eric FEFERBERG)

MELALUI kampanye yang sengit dan saling memojokkan, Emmanuel Macron berhasil mengalahkan Marie le Pen untuk menjadi Presiden Prancis periode 2017-2025. Macron yang unggul di putaran pertama mampu mempertahankan dominasi dengan meraih 66% suara. Seperti umumnya perebutan kursi kepemimpinan, persaingan kursi kepresidenan di Prancis berlangsung ‘brutal’.

Macron coba dijatuhkan melalui pembocoran surat elektronik. Komunikasinya juga diretas. Namun, tim kampanye Macron bisa menjaga serangan siber sehingga ia terhindar dari serangan yang dialami calon Presiden AS, Hillary Clinton. Kemenangan Macron disambut dengan gembira oleh masyarakat Uni Eropa karena menghindarkan kawasan ekonomi itu dari keruntuhan.

Sejak kasus Brexit dan terpilihnya Presiden AS Donald Trump, kekhawatiran tampilnya pemimpin sayap kanan yang ekstrem muncul. Le Pen merupakan tokoh politik ultranasionalis yang meneruskan paham politik orangtuanya. Ia sangat antikaum imigran dan sangat proteksionis. Seperti halnya Trump, Le Pen mengampanyekan France First. Sikap politik Le Pen menjadi ancaman bagi masa depan Uni Eropa.

Padahal, Prancis dan Jerman merupakan motor Uni Eropa. Kalau politik Prancis berubah arah, Uni Eropa ada di ambang kehancuran. Banyak negara yang akan mengikuti langkah Inggris dan Prancis untuk keluar dari Uni Eropa. Macron yang diajak masuk politik oleh Presiden Francois Hollande menjadi Presiden termuda Prancis setelah Napoleon. Dengan usia 39 tahun, Macron menjadi simbol generasi baru pemimpin Prancis.

Selama ini orang nomor satu di negeri itu dijabat politikus senior. Presiden baru Prancis itu menyadari tugas pertama yang harus dilakukan ialah menyatukan kembali negeri itu dari ‘perpecahan’. Selama kampanye, warga seakan terbagi antara mereka yang menggaungkan La Republique en Marche (Majulah Republik) dan kelompok yang ingin menjadikan Prancis menjadi tertutup.

Sebagai mantan bankir investasi, Marcon berjanji menerapkan sistem ekonomi terbuka untuk mendorong daya saing negaranya. Ia akan menggabungkan kebijakan untuk mengurangi belanja pemerintah dan melonggarkan undang-undang perburuhan agar ada investasi, khususnya untuk pelatihan tenaga kerja. Satu lagi yang akan menjadi perhatian Macron ialah perbaikan sistem pensiun.

Memang tantangannya tidak mudah karena ia harus bisa mendapatkan dukungan dari parlemen. Pemilihan anggota legislatif bulan depan akan menjadi penentu apakah rakyat mendukung dirinya atau tidak. Saat pemilihan presiden pada Minggu, ada sekitar 25% suara yang memilih abstain. Banyak analis melihat terpilihnya Macron akan membantu pemulihan ekonomi Prancis dan Uni Eropa.

Setidaknya kekhawatiran berlanjutnya proteksionisme bisa dihindarkan. Macron menjadi simbol bahwa ekonomi terbuka dan globalisasi merupakan jawaban bagi kemajuan perekonomian dunia. Nilai tukar euro yang tertekan dalam dua pekan terakhir kini kembali ke posisi normal. Hilangnya kekhawatiran terhadap hadirnya pemimpin yang anti-UE membuat orang berani memegang euro kembali.

Macron yang akan dilantik menjadi presiden akhir pekan ini berencana untuk segera bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Kuatnya hubungan kedua negara akan membawa pesan yang positif dan bukan mustahil melahirkan kejutan perbaikan ekonomi pada tahun ini. Sejak krisis global 2008, Uni Eropa terjebak dalam resesi yang dalam. Pertumbuhan rendah yang diikuti meningkatnya pengangguran menimbulkan frustrasi banyak warga.

Apalagi, Uni Eropa bersikap kompromistis terhadap para imigran, yang dianggap makin mempersulit kehidupan masyarakat Uni Eropa. Perlambatan pertumbuhan ekonomi di Eropa dan Amerika berimbas pada negara di seluruh dunia. Apalagi, Inggris dan Amerika menerapkan kebijakan yang proteksionis. Kita mengalami akibatnya, dengan penurunan angka ekspor. Akibatnya, pertumbuhan mengalami tekanan.

Kita sangat berkepentingan dengan Uni Eropa yang bisa segera pulih dari krisis. Perbaikan perekonomian dunia diyakini akan membantu terciptanya ‘new normal’ perekonomian Indonesia. Untuk itulah, kita pantas berharap kepada Presiden baru Prancis, Macron, untuk membangun negaranya dan Uni Eropa.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.