Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Kota Cerdas

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
06/5/2017 05:31
Kota Cerdas
(Thinkstock)

KETIKA berbicara soal kota cerdas atau smart city, asosiasi kita sering kali langsung tertuju kepada segala hal yang berkaitan dengan teknologi. Kota cerdas digambarkan sebagai kota yang menerapkan sistem teknologi informasi dalam kehidupan warganya. Semakin banyak teknologi yang dipergunakan dianggap semakin cerdas. Kota cerdas tidak harus sepenuhnya bergantung kepada teknologi.

Ketika sebuah kota mampu menyediakan semua fasilitas dasar yang dibutuhkan warga sehingga warganya bisa hidup lebih tertata dan membangun kehidupan sosial yang saling peduli serta saling melindungi, itulah yang disebut kota cerdas. Tentu perkembangan teknologi terutama teknologi informasi bisa membantu meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun kesadaran kehidupan bersama.

Akan tetapi, yang lebih utama ialah bagaimana pemimpin, aparat birokrasi, dan masyarakat bisa bersama-sama membangun kehidupan yang lebih nyaman, aman, tenteram, dan damai. Kita bisa melihat kota-kota di dunia yang mampu menata diri mereka dengan baik. Tidak perlu jauh, kita lihat Singapura. Masyarakat kota itu mendapatkan perumahan yang layak untuk dihuni.

Sanitasi dan sampah terkelola dengan baik sehingga lingkungan tempat tinggal mereka terasa resik. Pemerintah kota mampu menyediakan kebutuhan air bagi seluruh warga walaupun airnya harus mereka beli dari Johor, Malaysia. Fasilitas gas dan listrik tidak sulit didapatkan. Ketika mereka harus bepergian keluar rumah, pemerintah menyediakan transportasi yang mudah dijangkau, rute perjalanannya jelas, bahkan waktu tempuhnya terukur.

Berbagai moda yang disediakan saling terkoneksi sehingga memudahkan mobilitas warga. Bagaimana dengan keamanan? Orang di Singapura tidak pernah khawatir untuk berjalan sendiri bahkan hingga larut malam. Mereka tidak takut untuk tidak bisa sampai ke rumah karena pemerintah memberi jaminan keamanan. Dengan lingkungan yang terkelola dengan baik, warga Singapura mempunyai ruang memadai untuk berolahraga.

Terbatasnya lahan dan luas kota bukan halangan untuk menjaga tata lingkungan yang baik karena perencanaan kota dilakukan dengan konsep yang jelas. Pegawai pemerintah pun sangat membantu warganya karena sadar bahwa tugas mereka ialah melayani. Tidak ada niatan untuk mempersulit dan mengutip uang dari warga karena pemerintah menjamin kehidupan mencukupi untuk aparatnya.

Sebagai warga negara, setiap orang tahu akan hak dan tanggung jawabnya. Mereka dididik untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Kesadaran untuk menjaga ketertiban bersama membuat kota bisa berkembang dan akhirnya dinikmati juga oleh semua orang. Ke sanalah kita juga harus menuju. Semua kota harus berlomba-lomba untuk menciptakan kehidupan harmonis yang tidak hanya memperbaiki kualitas kenyamanan, tetapi juga kualitas hidup warganya.

London yang disebut sebagai kota cerdas bukan kota yang dipenuhi dengan bangunan modern. London juga bukan hanya kota bagi orang-orang kaya. Kehidupan masyarakat di sana umumnya rata-rata. Namun, kualitasnya tinggi karena semua fasilitas yang diperlukan untuk mencapai kehidupan yang nyaman dan damai, mereka dapatkan. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sudah menetapkan Indonesia untuk juga menuju pembentukan kota cerdas.

Pada 2045, saat 100 tahun Indonesia merdeka, kota-kota di Indonesia diharapkan sudah mempunyai smart government, smart environment, smart people, smart economy, smart mobility, dan smart living. Proses menuju ke sana harus dimulai sejak sekarang. Kita melihat beberapa kota mulai melakukan inisiatif, bahkan secara parsial sudah mulai melaksanakannya.

Namun, basisnya lebih banyak bertumpu kepada teknologi, mulai yang namanya e-government atau e-planning. Ke depan tentu kita mengharapkan adanya integrasi agar kita bisa mencapai kota cerdas seperti yang didambakan. Kunci utama dari semua ini terletak pada pemimpin dan kepemimpinan. Seperti disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada peluncuran rating kota cerdas 2017 yang dilakukan Institut Teknologi Bandung, kecerdasan manusia jauh lebih penting dan bernilai bila dibandingkan dengan kecerdasan artifisial yang terdapat pada teknologi.

Muara dari pembentukan kota cerdas ialah terbentuknya kehidupan berbangsa dan bernegara yang membuat warganya bisa hidup lebih tenang, aman, damai, dan sejahtera. Itu pulalah tujuan Indonesia merdeka, yakni menciptakan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.



Berita Lainnya
  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan