Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Kapal Kebanggaan

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
05/5/2017 05:31
Kapal Kebanggaan
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru/)

TAK semua di antara kita suka berteriak dalam kegelapan. Ada banyak yang terus menyalakan lilin. Justru di tengah situasi politik yang keruh, riuh, dan terbelah, negeri ini memberangkatkan ekspor kapal perang ke Filipina, Senin lalu. Kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) yang dilengkapi persenjataan canggih ini akan tiba di Filipina 8 Mei.

Adalah PT PAL yang terus menyalakan lilin itu. Kita memang sempat terkesiap ketika bulan lalu direktur utama perusahaan ini, M Firmansyah Arifi n, ditangkap KPK karena diduga menerima suap terkait pengadaan kapal perang pesanan Filipina ini. Beberapa pimpinan yang lain juga menjadi tersangka. Akan tetapi, manajemen tetap bertekad untuk tidak terganggu dengan peristiwa yang memalukan itu.

SSV merupakan pengembangan dari kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dipakai sebagai kapal pengangkut pasukan. Indonesia mempunyai empat kapal LPD, dua di antaranya buatan PT PAL, jenis SSV memiliki panjang 123 meter, lebar 21,8 meter, berkecepatan maksimal 16 knots, dan mampu untuk didarati tiga helikopter plus fasilitas hangar. Ia juga mampu membawa kapal Landing Craft Utility, Landing Craft Vehicle Personel, tank, hingga truk militer.

Kapal bernomor lambung 602 ini juga mampu bertahan di lautan selama 30 hari. Ada dua kapal perang serupa dipesan Filipina dengan nilai kontrak sekitar Rp1 triliun. Pesanan pertama diselesaikan selama dua tahun dan tiba di Filipina pada 13 Mei 2016. Pesanan kedua selesai dalam waktu satu tahun. Desain, pengadaan material, dan produksinya kapal berbobot mati 10 ribu ton ini dikerjakan oleh putraputra bangsa.

Kedua kapal perang itu mampu menjangkau hingga ke perairan dangkal. Juga bisa difungsikan sebagai rumah sakit apung dan SAR ketika terjadi bencana. Menteri
Koordinator Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, yang bulan silam melihat proses pembuatan pesanan Filipina itu, mengungkapkan kebanggaannya karena produksinya sangat bagus. “Kalau memang produk dalam negeri bisa bersaing, kenapa mesti pakai produk luar?” kata Luhut.

Saat itu PT PAL bersaing dengan lima produsen kapal perang dari Korea Selatan, India, Australia, dan Filipina sendiri. Akan tetapi, PT PAL Indonesia terpilih karena dinilai yang terbaik. SSV merupakan hasil alih teknologi yang telah dikerjakan PAL Indonesia saat melakukan pembangunan kapal Landing Platform Dock (LPD) 125 meter. Agustus nanti Malaysia juga akan teken kontrak pembelian kapal perang jenis Multirole Support Ship (MRSS) ukuran 163 meter.

Uni Emirat Arab juga menyatakan minatnya. Tentu ke depan terbuka lebar pesanan dari berbagai negara. Di dalam negeri PT PAL kini tengah menerima pesanan 12 kapal selam dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Ia bekerja sama dengan perusahaan kapal di Korea Selatan. Dua kapal selam kini tengah dibuat di sana. Ratusan tenaga kerja PAL kini tengah magang.

Merekalah yang nanti menjadi motor pembuatan kapal selam di negeri sendiri nanti. Negeri bahari dengan PT PAL yang di masa Belanda pernah menjadi galangan kapal terbesar di Asia, kini mulai bangkit lagi. Negara harus mendukung sepenuhnya perusahaan ini. Jangan seperti di masa lalu. Terlebih lagi negaranegara lain mulai memberi kepercayaan. Menjadi aneh jika negeri poros martim ini terlalu banyak memesan alutsista dari luar.

Sementara kita sendiri mampu membuatnya. PT PAL mengikuti jejak PT Pindad yang produk-produknya telah lebih dahulu mendunia. Senapan SPR 2 dan berbagai pelurunya, sudah kerap dipuji banyak negara. PT Dirgantara Indonesia juga makin dipercaya. Thailand, Malaysia, Laos, Kroasia, dan Venezuela ialah negara-negara yang telah menggunakan produknya. Capaian-capaian itu sungguh bisa menjadi ‘obat luka’ di tengah rivalitas politik yang saling menegasi, bahkan saling membenci.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.