Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
TAK semua di antara kita suka berteriak dalam kegelapan. Ada banyak yang terus menyalakan lilin. Justru di tengah situasi politik yang keruh, riuh, dan terbelah, negeri ini memberangkatkan ekspor kapal perang ke Filipina, Senin lalu. Kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) yang dilengkapi persenjataan canggih ini akan tiba di Filipina 8 Mei.
Adalah PT PAL yang terus menyalakan lilin itu. Kita memang sempat terkesiap ketika bulan lalu direktur utama perusahaan ini, M Firmansyah Arifi n, ditangkap KPK karena diduga menerima suap terkait pengadaan kapal perang pesanan Filipina ini. Beberapa pimpinan yang lain juga menjadi tersangka. Akan tetapi, manajemen tetap bertekad untuk tidak terganggu dengan peristiwa yang memalukan itu.
SSV merupakan pengembangan dari kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dipakai sebagai kapal pengangkut pasukan. Indonesia mempunyai empat kapal LPD, dua di antaranya buatan PT PAL, jenis SSV memiliki panjang 123 meter, lebar 21,8 meter, berkecepatan maksimal 16 knots, dan mampu untuk didarati tiga helikopter plus fasilitas hangar. Ia juga mampu membawa kapal Landing Craft Utility, Landing Craft Vehicle Personel, tank, hingga truk militer.
Kapal bernomor lambung 602 ini juga mampu bertahan di lautan selama 30 hari. Ada dua kapal perang serupa dipesan Filipina dengan nilai kontrak sekitar Rp1 triliun. Pesanan pertama diselesaikan selama dua tahun dan tiba di Filipina pada 13 Mei 2016. Pesanan kedua selesai dalam waktu satu tahun. Desain, pengadaan material, dan produksinya kapal berbobot mati 10 ribu ton ini dikerjakan oleh putraputra bangsa.
Kedua kapal perang itu mampu menjangkau hingga ke perairan dangkal. Juga bisa difungsikan sebagai rumah sakit apung dan SAR ketika terjadi bencana. Menteri
Koordinator Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, yang bulan silam melihat proses pembuatan pesanan Filipina itu, mengungkapkan kebanggaannya karena produksinya sangat bagus. “Kalau memang produk dalam negeri bisa bersaing, kenapa mesti pakai produk luar?” kata Luhut.
Saat itu PT PAL bersaing dengan lima produsen kapal perang dari Korea Selatan, India, Australia, dan Filipina sendiri. Akan tetapi, PT PAL Indonesia terpilih karena dinilai yang terbaik. SSV merupakan hasil alih teknologi yang telah dikerjakan PAL Indonesia saat melakukan pembangunan kapal Landing Platform Dock (LPD) 125 meter. Agustus nanti Malaysia juga akan teken kontrak pembelian kapal perang jenis Multirole Support Ship (MRSS) ukuran 163 meter.
Uni Emirat Arab juga menyatakan minatnya. Tentu ke depan terbuka lebar pesanan dari berbagai negara. Di dalam negeri PT PAL kini tengah menerima pesanan 12 kapal selam dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Ia bekerja sama dengan perusahaan kapal di Korea Selatan. Dua kapal selam kini tengah dibuat di sana. Ratusan tenaga kerja PAL kini tengah magang.
Merekalah yang nanti menjadi motor pembuatan kapal selam di negeri sendiri nanti. Negeri bahari dengan PT PAL yang di masa Belanda pernah menjadi galangan kapal terbesar di Asia, kini mulai bangkit lagi. Negara harus mendukung sepenuhnya perusahaan ini. Jangan seperti di masa lalu. Terlebih lagi negaranegara lain mulai memberi kepercayaan. Menjadi aneh jika negeri poros martim ini terlalu banyak memesan alutsista dari luar.
Sementara kita sendiri mampu membuatnya. PT PAL mengikuti jejak PT Pindad yang produk-produknya telah lebih dahulu mendunia. Senapan SPR 2 dan berbagai pelurunya, sudah kerap dipuji banyak negara. PT Dirgantara Indonesia juga makin dipercaya. Thailand, Malaysia, Laos, Kroasia, dan Venezuela ialah negara-negara yang telah menggunakan produknya. Capaian-capaian itu sungguh bisa menjadi ‘obat luka’ di tengah rivalitas politik yang saling menegasi, bahkan saling membenci.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved