Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

MBAH Gotho telah tiada.

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
02/5/2017 05:31
MBAH Gotho telah tiada.
(ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

MBAH Gotho telah tiada. Manusia tertua yang sejak enam tahun lalu ramai menjadi berita itu wafat pada Sabtu (30/4). Nama yang tertera di KTP-nya yakni Sodimejo, populer dipanggil Mbah Gotho. Ia lahir di Sragen, Jawa Tengah, 31 Desember 1870. Jika data itu benar, ia menjadi manusia tertua di dunia abad ini, yang wafat dalam usia 146 tahun 4 bulan. Ia lebih tua 19 tahun daripada Jeanne Calment (Prancis) yang meninggal 1997 dalam usia 122 tahun.

Ia disebut wanita tertua di dunia. Memang belum ada verifikasi valid agar Mbah Gotho masuk Guinness World Records. Menurut Robert Young dari Gerentology Research Group, seperti dimuat dalam Wikipedia berbahasa Inggris, usia Gotho yang diklaimnya sebagai fiksi dan tidak bisa dipercaya. Dasar Gotho ialah sebuah ingatan, yakni ketika Pabrik Gula Gondang, Sragen, diresmikan pada 1880, ia yang masih anak-anak, datang menonton.

Juga anak-anak lain seusianya, yang telah bisa membantu para orangtua mereka membajak sawah. Para dokter Indonesia rupanya juga tenang-tenang saja akan fakta Mbah Gotho. Usaha pembuktian secara genetik justru dilakukan dua dokter dari Amerika Serikat. Pada 10 April lalu mereka mengunjungi kediaman Mbah Gotho di Dukuh Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, untuk melakukan serangkaian tes DNA (deoxyribose nucleic acid).

Mereka mengambil sampel darah, urine, dan gigi. Hasilnya baru diketahui enam pekan lagi. DNA ialah suatu asam nukleat yang menyimpan segala informasi biologis yang unik dari setiap makhluk hidup. Struktur kimianya berupa makromolekul kompleks yang terdiri atas tiga macam molekul, yakni gula pentosa, asam fosfat, dan basa nitrogen. Peran utama molekul DNA ialah tempat penyimpanan jangka panjang informasi tubuh. Dari tes

DNA inilah nanti bisa ditemukan berapa usia Mbah Gotho. Kenapa harus dokter dari Amerika? Apakah dokter Indonesia tak tertarik melakukan tes serupa terlebih dahulu? Apakah untuk menentukan manusia tertua dari Indonesia mesti menunggu hasil tes DNA dokter Amerika? Faktor apakah yang menyebabkan tubuh Gotho bisa bertahan selama hampir satu setengah abad?

Mestinya tubuh Gotho menjadi kajian menawan bagi ilmu pengetahuan. Menurut kesaksian salah seorang cucunya, Suryanto, dua pekan sebelum wafat, Mbah Gotho pernah dirawat di RSUD Sragen, berlanjut beberapa hari sebelum ajal tiba. Menurut Suryanto, sebelumnya kakek renta ini belum pernah sakit, suntik, atau berobat. Dalam sebuah rekaman gambar yang diwartakan Detik.com, Mbah Gotho mengungkap rahasia panjang usianya, yakni sabar dan ikhlas menerima takdir yang diberikan Sang Mahakuasa.

Media asing seperti The Telegraph dan The Independent pada Agustus tahun lalu telah pula memberitakan fakta usia tua Mbah Gotho. Media Inggris itu membandingkan dengan perempuan Prancis, Jeanne Calment. Ada pula Emma Morano dari Italia yang meninggal dua pekan sebelum Mbah Gotho, dalam usia 117 tahun. Sekali lagi jika benar, usia Mbah Gotho jauh melampaui beberapa wanita yang disebut manusia tertua itu.

Gotho telah menyiapkan kematiannya sejak 1992. Batu nisan lengkap epitaf telah ia siapkan. Karena itu, setiap mendengar ada yang berpulang, ia berkomentar, kenapa bukan dirinya yang dipanggil menghadap-Nya. "Rumput tak lagi ada, tumbuhan tak lagi ada, hewan tak lagi ada, semua telah menjadi gendhing. Anda masih melihat semua itu, tapi bagi saya saat ini telah menjadi gendhing. Saya telah di hadapan jagat ageng itu sekarang, tinggal menunggu saatnya tiba," kata Gotho seperti dimuat Detik.com, tahun lalu.

Maut baru benar-benar hadir dua hari yang lalu setelah ia menanti puluhan tahun. Dengan tubuhnya yang penuh gurat-gurat kerentaan, tahun lalu ia masih bicara dengan bahasa Jawa yang jelas. Suara yang bisa dipahami. Ia memberi nasihat, yang saya kira masih relevan bagi kita sekarang. "Gunakan selalu cermin untuk bertindak. Cermin itu adalah cermin rasa agar kita bisa melihat dengan rasa hati."

Saya kira Mbah Gotho benar. Kita secara kolektif telah alpa becermin. Terlalu banyak peristiwa akhir-akhir ini seperti membuktikan rasa hati kita yang telah mati. Selamat jalan Mbah Gotho menuju keabadian. Meninggalkan kita dalam kefanaan dan kepungan purbasangka serta kedengkian, yang setiap saat berpotensi saling menghabisi.



Berita Lainnya
  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan